Kantong Ajaib

Rasanya salah satu kartun paling awet di televisi adalah Doraemon. Kartun tentang robot kucing berwarna biru dari abad 22 yang dikirim dari masa depan dan akhirnya bersahabat dengan manusia dari abad 20 bernama nobita.
Kartun ini mewarnai masa kecil saya sampai masa dewasa (bahkan sampai sekarang pun, kalau ada kartun doraemon masih suka nonton 😆).
Saya bahkan punya teman yang seumur tetapi masih fans berat robot kucing ini.

Doraemon juga menjadi teman imajinasi semasa kecil (sayang, saya hanya berhenti pada titik imajinasi, tanpa mengasahnya menjadi kreativitas 😅). Menurut saya, keren sekali doraemon ini. Dia punya kantong ajaib yang bisa mengatasi macam-macam masalah yang dihadapi nobita. Dan saya kecil sering sekali berkhayal memiliki kantong ajaib seperti itu.

Dulu, saya ingin punya kantong ajaib untuk hal-hal remeh selayaknya anak-anak, tapi semakin besar rasanya keinginan punya kantong ajaib semakin terasa seiring beban dan tanggung jawab yang bertambah. Hahaha, meskipun mustahil, kadang-kadang tetap terucap “coba gw punya kantong ajaib doraemon”.

Benda-benda apa saja sih yang ingin saya keluarkan dari kantong ajaib doraemon? Here is the list :
1. Pintu kemana saja
Ini benda pertama dalam list karena rasanya sangat bisa mempermudah hidup. Bayangan bebas dari kemacetan, meniadakan faktor waktu tempuh kemana-mana rasanya menyenangkan. Berangkat kerja 5 menit sebelum jam masuk, kalau istirahat bisa pulang kerumah, pulang kerja masih bisa bertemu anak yang masih melek. Bagaimana tidak menggiurkan? :mrgreen:
2. Lorong waktu
Kenapa ingin punya lorong waktu? Karena banyak kesalahan di masa lalu yang ingin diperbaiki, karena ingin punya kesempatan bertemu papa lagi. Duh, alasannya membuat hati saya mellow dan galaw..eh.. Hahaha, saya sering kangen dengan masa kecil dan berpikir kalau bisa mengunjungi masa kecil, mungkin bisa menjadi penghibur dikala hati sedih. Saya tidak ingin melihat masa depan, saya ingin punya lorong waktu untuk mengekalkan kenangan masa lalu☺
3. Roti Penghapal
Saya ini pelupa. Sepertinya kata tersebut cukup menjelaskan kenapa saya ingin memilikinya 😛

Sepertinya cukup 3 dulu (yaelah..kirain banyak, ketahuan malasnya 😶😶). Tentu saja akan ada konsekuensi lain kalau kantong ajaib ini beneran bisa dimiliki secara bebas. Lebih ke arah seram malah kalau mengingat kondisi sekarang. Hehe. Tapi biarkan saja saya berimajinasi kalau hanya saya yang punya kantong ajaib.

Aku ingin begini..aku ingin begitu
Ingin ini itu banyak sekaliiii….
Semua semua semua dapat dikabulkan
Dapat dikabulkan dengan kantong ajaib.. 🎵🎵🎵🎼🎼🎶🎶

image
Doraemooonnn

Errgh

Postingan ini bukan berisi kemarahan malah sebenarnya berisi kekonyolan yang bikin “Erghh” :mrgreen:
Moment “ergh” ini sering sekali terjadi antara Pak B dengan istrinya yang adalah saya. Dia sering kesal saat kami harus jajan untuk makan karena pasti akan terlibat perdebatan :
Pak B : “Mau makan apa?”
Saya : “ga tau, terserah aja”
Pak B : “Capcai mau?”
Saya : “bosan ah makan capcai”
Pak B : ” Sate?”
Saya : “Tadi siang udah..”
Pak B : (muka mulai jelek) “Pecel ayam? Pecel lele? Bakso? Bakmi?Bubur?”
Saya : (geleng-geleng) “ga mau, ga selera semua”
Pak B “Gimana sih, tadi katanya terserah, ditawarin ga ada yang mau. Udah kamu ikut aja beli makan, biar bisa pilih sendiri”
Dan berakhir damai..ehm,nope.. karena sampai di tempat jajan akan mikir lamaaaaa banget yang ujung-ujungnya ditentukan juga oleh Pak B 😂

Kejadian lainnya : Pak B kebetulan harus membeli beberapa barang di supermarket langsung pulang kerja. Jadi saya ga ikutan. Begitu dikabari, langsung semangat nitip
Saya : “Nitip cemilan dong”
Pak B : “Mau apa?”
Saya : “Hm..apa ya?Bingung aku, terserah kamu deh”
Pak B : (sebutin merk cemilan manis sampai cemilan asin)
Saya : “Aduh..apa ya, bingung deh..” (lalu menyebutkan deskripsi cemilan dari rasanya saja, mau yang gurih tapi jangan terlalu terasa MSGnya)
Pak B : “Iya, itu merknya apa?”
Saya : “Ga jadi deh, aku harus ikut biar jelas mau nyemil apa”
Pak B : “Erghhhh…”

Dan kejadian lainnya lagi : Jalan ke mall mau menemani Pak B belanja beberapa item (yang sudah ditentukan sebelum berangkat) dan sudah ditanya dari rumah apakah mau belanja juga supaya bisa dicatat dan langsung dibeli supaya edisien waktunya. Jawabannya mantap “Gak, kayaknya lg tidak butuh apa-apa”
Kenyataannya? Pak B belanja paling lama 15 menit sudah terbeli semua karena memang tau mau belanja apa dan dimana letaknya. Sedangkan saya? Hasil lihat-lihat di mall membuat saya teringat beberapa keperluan (atau keinginan?) dan membelinya. Tentu saja lihat-lihat disini bukan dalam waktu yang singkat, tetapi setelah berkeliling dan kembali ke toko awal. Hahaha 😂😂😂
Pak B hanya bisa “erghhhhh.. 😒😒”

Trus nemu gambar ini :

image
Ternyata i'm not the only one 😂😂😂

Berarti..aku bukan satu-satunya yang begitu dong yaaaaa…. 😆😆 (cari temen)

Gambar diambil dari sini

Condolence

Sedih sekali dengan kejadian penembakan & pengeboman di Prancis. Semoga semua keluarga korban diberikan penghiburan dan kekuatan. Semoga semua teror berlalu dan tidak ada lagi di masa depan.

Amin

Jajanan Nostalgia

Hari ini saat perjalanan pulang dari kantor, di angkot melihat segerombol anak SMP yang super heboh. Mereka asik bercerita sambil ngemil jajanan. Yang menarik buat saya bukanlah apa yang mereka obrolkan (karena kebanyakan tentang kakak kelas super cool yang tadi latihan basket dan sejenisnya, tentu sambil menjerit kecil), melainkan makanan yang mereka makan.. Hahaha..

Mereka ngemil *drumroll*
.
.
.
.
.
Ayam k*c

Iya, ngemil ayam goreng yang biasanya jadi lauk dan bukan jd makanan teman perjalanan..Hahahaha.. Lalu aku kilas balik jaman SMP, jajanan apa yang biasa jadi cemilan? (Tentu belum sanggup ngemil k*c)

1. Cilok
Ini aci (tepung) dibuat menyerupai bakso, dimakan dengan tusukan lidi dan disiram dengan kuah saos yang kental (ohemji, gw ga tau itu saos dibuat dari apa, pokoknya dimakan aja)

2. Martabak telor ala-ala
Ini sih kayaknya telor dadar yg dicampur daun bawang trus dimasak di cetakan bulet2 (cetakan kue cubit), trus lagi-lagi disiram saos

3. Kue laba-laba
Tau kan? Itu tu..adonan yang disiram diatas cetakan dan hasil akhirnya kaya sarang laba-laba..

4. Lidi-lidian
Ini makanan hits lagi deh kayaknya akhir2 ini. Pokoknya tepung yg dicetak mirip lidi trus dikasih bumbu bubuk cabai.

5. Cimol
Ini sih bukan SMP doang, sampai sekarang pun masih suka beli. Hehehe

6. Snack MieKremez, AnakMas, Chuba, dan snack2 lainnya yang ntah bumbunya pakai MSG berapa banyak.

7. Tidak ketinggal Es Sirup segala warna gonjreng. Ah…pokoknya waktu itu, taunya segar, tidak peduli pewarna apa yg dipakai 😀

Kalau dipikir-pikir, kangen juga deh makan2an itu. Tapi sepertinya, aku ga akan kasih baby B jajan itu kalau sudah sekolah (emak curang :p)

Apalagi jajanan nostalgiamu?

Hujan Berkat

Dalam arti denotasi a.k.a sesungguhnya a.k.a sebenarnya, yg menjadi berkat yang dinantikan orang saat ini adalah HUJAN. Setelah panas yang puanjanggg, akhirnya, “kran” langit terbuka. Hujan dinantikan untuk menyejukkan suasana, hujan dinantikan oleh sumur-sumur yang mulai mengering (dan tentu pemilik sumur yang frustasi ga ada air <– nyokap gw), dan tentunya untuk menghilangkan asap (atau jerebu kata upin-ipin) yang menggantung pekat di langit-langit Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Asap yang sulit sekali diusir meskipun sudah dilakukan berbagai cara oleh relawan-relawan, anggota TNI, BNPB, dan semua pejuang-pejuang diluar sana.

Ah, sungguh, hujan di November ini begitu dinantikan…

Eits, tetapi tidak selesai sampai disitu, karena “ancaman” lain akan hujan mulai mengintai di banyak titik. Yap, we named it BANJIR. Padahal hujan baru sebentar, padahal hujan baru ada di pembukaan, tapiii…setiap hujan datang, banyak titik sudah tergenang. Hufft..

Salah siapa? kita semua, menurut saya. Di masa kekeringan, kita tidak mempersiapkan diri untuk datangnya hujan. Jalan berlubang belum diperbaiki semua, selokan tersumbat boro-boro ada yang memperhatikan, buang sampah masih enteng saja dimana-mana.

Salah siapa? “Pemerintah!” kata si kritikus, “Pemerintah tidak menyediakan infrastruktur yang baik untuk menghadapi hujan”. Saya setuju, masih banyak pemerintah daerah yang terkesan “abai” dengan hal ini –> tunjuk kabupaten dimana saya tinggal, tetapii..heii..tetapi…banyak juga perbaikan yang sudah coba dilakukan oleh beberapa pejabat pemerintah (hail to Ahok, Ridwan Kamil, Risma, atau siapapun yang pekuter (pejabat kurang terkenal) tapi karyanya nyata didaerah masing-masing –> ada yang mau memberi nama? :)). Kita tidak tahu apakah usaha mereka efektif, masih harus diuji dengan musim hujan yang baru mulai, tetapi at least kita tahu mereka melakukan sesuatu. Jangan terlalu pelit apresiasi lah.

Salah siapa? “Pengusaha Property, yang ga bisa liat lahan nganggur” kata si pengamat lainnya. Hal ini saya tidak ingin komentar, karena.. permintaan pasar akan properti ini tinggi, siapakah pasar itu? kita? ah..saya tidak tahu.. Tapi semoga akan ada pengusaha properti yang mengusahakan keseimbangan alam entah bagaimana caranya (yang jelas, bukan sekedar “menjual” alam sebagai bagian dari properti mereka. if you know what i mean)

Siapa lagi yang salah? Hmm…sudah kehabisan orang yang ditunjuk? Mari kita coba tunjuk diri sendiri. Seberapa banyak dari kita yang masihsajamembuangsampahsembaranganpadahaltahusampahinibisamengakibatkanbanjir (gemes, sampai malas pake tombol spasi). Yang habis beli tiket commuter line, trus struknya dibuang sembarangan? Yang lagi makan gorengan di bis trus sampahnya dibuang ke kolong atau ke jalan sekalian biar ga bikin mata sepet? Yang anaknya abis makan jajanan trus disuruh sama Ibunya “buang aja sampahnya disini” padahal “disini” itu bukan tempat sampah? Yang masih berpikir kalau sungai itu tempat sampah besar berjalan? Yang bangun rumah/toko sampai minggir kejalan tanpa mempertimbangkan pentingnya selokan disana? Yang malas recycle barang dan lebih suka membuang? Yang apa lagi ya..hmm..ada yang mau menambahkan?

Bisa jadi, saya adalah salah satunya. Tapi saya berusaha untuk mengindarinya. Kecil memang, tapi semoga membawa dampak.

Demikian perenungan sok bijak saya di siang ini. Semoga kita bisa mempersiapkan datangnya hujan dan bernyanyi..

HUJAN BERKAT KAN TERCURAH..