Gadget

Saat ini, gadget adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Banyak sudah meme-meme atau kartun-kartun bertebaran di linimasa mengenai ketergantungan manusia terhadap gadget. Silakan di gugel ya mbaksis dan masbro. *malesbgtsihjadiorang*
Kadang terngikik, tersentil, tersenyum kecut membaca meme tersebut, tapi tetep aja mantengin gadget 👉 ini saya banget. Jadi ngerti kenapa kalau orang kecanduan sesuatu itu susah sekali untuk berhenti. Sesuatu di alam bawah sadar dia menagih terus menerus (Mulai ngalor ngidul).

Lalu apa yang membuat saya tiba-tiba teringat tentang ketergantungan manusia ini terhadap gadget? Apakah tiba-tiba saya dapat pencerahan atau kebijaksanaan? Tentu tidak ya.. saya cuma tertegun saat naik transportasi sejuta umat (it’s not hiperbola, soale dari yang berita yang saya baca per hari bisa mengangkut 700.000 orang. Mendekati sejuta lah yaaaa *maksa*) yaitu commuter line tadi malam saat pulang dari kantor. Tertegun kenapa? Apakah ada pria tampan memainkan gadgetnya sehingga membuat saya terinpirasi? Lagi-lagi tentu tidak ya, karena saya duduk di gerbong wanita *zonk* #ohpleaselangsungsajakeintimasalah.. Maap..maap..kadar kejayusan saya lagi tinggi akhir-akhir ini..

Oke, apa yang membuat saya tertegun? Saya duduk di sebelah mbak-mbak yang tertidur-melek sebentar setengah sadar-scroll hp (sepertinya mencoba baca blog atau artikel)-tertidur lagi-melek lagi setengah sadar-mencoba scroll layar hp-tertidur lagi.. Terus begitu sampai beberapa kali siklus. Saya kasihan melihatnya, tidurnya tidak tenang, ada resiko kecopetan, lalu artikel yang mau dia baca juga akhirnya tidak terbaca juga. Saya tadinya ingin mengingatkan saat dia melek untuk simpan hp jika ingin tidur, tapi seperti biasa, saya pengecut. Untungnya, tepat di stasiun saya turun, dia menyerah terhadap kantuknya dan menyimpan hpnya di dalam tas. Paling tidak resiko kecopetan berkurang dan saya tidak perlu feel guilty sampai rumah.

Saya jadi berpikir, apakah sebegitu otomatisnya keinginan kita untuk membuka gadget bahkan disaat setengah sadar sekalipun? Mungkin iya, karena saya sendiri pun seringnya otomatis mencari handphone saat baru bangun, bukannya ngulet dulu atau berdoa dulu *tutup muka*. Saya jadi sadar untuk segera berusaha menghentikan ke’mulai’tergantungan saya terhadap gadget. Susah pasti, tapi tidak mustahil saya yakin :mrgreen:

Semoga hubungan saya dengan si gadget (atau handphone) di kemudian hari menjadi hubungan yang sehat, tidak menimbulkan ketergantungan, hanya untuk mendukung hal-hal yang produktif, dan tidak membuat saya mengabaikan dunia nyata di sekitar saya šŸ™‚

Sekian inspirasi yang saya dapatkan dari mbak-mbak di commuter line.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s