Yogyakarta 1

Yup.. dilibur Natal tahun ini, saya memutuskan untuk liburan ke Yogyakarta, tempat dimana eyang putri saya satu-satunya (yang masih hidup) tinggal. Kami berangkat berlima dari rumah menuju Yogya dengan mobil. Kami disini adalah Saya, Pak B, B, Mama saya, & Adik saya. Kami berangkat tanggal 23 subuh, tepat sebelum kemacetan “horor” terjadi dimana-mana. Tapi hal itu bukan berarti  kami bebas macet sama sekali. Kami tetap harus menempuh 18 jam perjalanan (normally 12 jam) karena banyak titik macet ditemui. Brebes macet panjang ntah karena apa, yang jelas jalannya sempit & banyak truk lewat. Gombong macet parah karena perbaikan jalan. Ajibarang juga perbaikan jalan. Pokoknya, saya hanya bisa geleng-geleng kepala karena bingung kenapa baru dilakukan perbaikan jalan saat musim liburan sudah mulai dan musim hujan juga sudah melanda.

Long story short, tibalah saya di rumah Tante di daerah Kotagede kurang lebih pk.21.00. Cuapek dan kondisi yang memang tidak fit dari mau berangkat membuat saya drop. Hanya sempat mandi tanpa makan & ngobrol, saya bablas tidur di malam itu. Keesokan harinya, bangun hanya makan, tidur, dipijat sama mbok-mbok pijat langganan Tante, ngobrol dengan Tante yang lain dan eyang, terakhir ya ke Gereja untuk Ibadah Malam Natal. Yang jadi highlight saya dari berangkat sampai hari kedua adalah B itu kuat banget. Ga sakit, ga rewel, ga mabok, ga cengeng, bahkan langsung akrab dengan the eyangs (Om2 & Tante2 saya) serta Yangyutnya juga om-tante & sepupunya 😀 .. Good girl. Tidak terbayang menembus kemacetan dengan anak yang rewel di jalan.. Mak, bisa abis stok sabar saya setahun kedepan.

*HARI NATAL*

Then, tibalah hari natal yang dinanti, rencana bangun pagi untuk ikut ibadah Natal bubar.. Saya bangun kesiangan dan meriang luar biasa.. Untung semalam sudah ibadah, kalau gak kan ya sedih banget.. 😦 Saya menggigil sepanjang pagi dan baru mereda setelah jam 2 siang sehabis dikerokin sama Tante saya. Diledeklah saya, kenapa badan “besar” tapi ringkih, kalah sama anak saya katanya. Hiks.. saya terima saja deh, yang penting dikerokin. Makasih Tante, ciyum dari sini :*

Setelah mendingan, saya jadi gatel pengen ngajak keluar.. Masa sudah di Yogya hanya tinggal dalam rumah, ga seruuu.. Saya diwanti-wanti oleh Tante saya untuk menghindari Malioboro karena pasti macet total. Okelah, akhirnya saya, Pak B, & B keluar berniat kulineran saja. The Eyangs ga mau ikut, adik saya sudah ntah kemana bersama sepupu saya yang juga masih single, jadi kami bertiga keluyuran di kota orang hanya bermodalkan Waze (nyebut merk). Waze ini juga jadi penunjuk jalan kami sepanjang lepas tol pejagan sampai jogja. Pros : dia nunjukkin jalan yang memang ternyata paling minim macetnya, kasih estimasi waktu (yang seringnya jadi molor karena kondisi jalan), dan sukses aja membawa kami yang buta peta ini jadi ga kesasar. Cons : Ngabisin Baterai Hp, dan ga segan2 menunjukan rute yang memutar untuk mengindari macet (dan kami turuti saking buta jalannya). Sekian review Waze :p

Kami sepakat untuk ke the infamous Jejamuran di daerah Sleman sana

jejamuran-123082011160900
Gambar diambil dari http://kotajogja.com/kuliner/index/Jejamuran+Resto

Tapi sayang, kami belum berjodoh dengan restoran ini. Kami tiba pk 17.00 langsung disambut mas parkir yang bilang “Bu, kalau mau nunggu sampai jam 7 malam baru bisa pesan lagi. Ini masih ada 150 nota yang belum terlayani”. Hastagah, langsung cari puteran dan putar balik deh, daripada nunggu lama, si anak kecil keburu cranky.

Ubah rencana, kami pasrah nge-mall aja deh di Ambarukmo Plaza a.k.a Amplaz, cari makanan yang pasti-pasti aja. Tetapi thanks to Waze, kami dibawa melewati Monjali (Monumen Jogja Kembali) yang kalau malam ada taman lampion yang meskipun tidak telalu besar, cukup menarik hati lah buat disinggahi. Akhirnya, kami mampirlah ke Taman Lampion ini

img-20151226-wa0014.jpg
Pak B + B
img-20151226-wa0017.jpg
Mama B + B
img-20151226-wa0012.jpg
Three of us

Maafkan gambar yang ancur & posisi yang ga oke karena hanya bawa handphone untuk foto-foto cantik (narsis).

Lumayan banyak permainan anak di taman ini, sayangnya saya ga foto karena rempong sendiri dengan B. Ada trampolin yang cukup besar, area playground, kora-kora mini, becak mini, komidi putar, mobil-mobil hias (eh, sepeda berbajukan mobil), kereta-keretaan. Banyak juga jajanan yang ntah kenapa ga kami minati.. hahahaha..

Merasa lapar, kami pun memutuskan untuk keluar dari taman dan mencari makan. Tidak mungkin masuk mall lagi karena sudah tanggung jam-nya, kami pilih cari-cari tempat makan yang bertebaran di pinggir jalan. Kami memilih Kalimilk karena lucu aja ngeliat tagline-nya :

img-20151226-wa0013.jpg
Coba, tagline-nya begini..Hahahha

Saya pesan Cookies Kalimilk (Milkshake + Oreo Crumble), Chicken Wings, Beef Teriyaki, Chocolate Kalimilk. Udah, itu aja. Ekspektasi kita emang ga terlalu tinggi sama rasa makanannya, karena ada resto sejenis di Bogor yang makanannya so-so banget lah. Dan as verdict, rasanya..ehm, biasa aja malah cenderung kurang cocok dengan lidah saya. Tapi surprisingly, B doyan aja tuh Beef teriyakinya, saya hanya makan 2 sendok dan sisanya dia. Ntah, mungkin dia lapar banget.. 😀 Oh ya, harga makanan dan minuman di sini ramah deh sama kantong pelajar, ga heran banyak anak muda bergaul disini. Beneran rame lho..

Selesai makan, pulanglah kami ke rumah Tante dan disambut muka cemas the eyangs karena kami dikira nyasar.. Hahahaha.

Sekian dulu Yogyakarta part 1 ini, akan diteruskan jika ada niat dan usaha besar melawan hawa liburan (yang ga libur karena harus kerja)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s