Yogyakarta 2

Selamat tahun baru semua, semoga tahun 2016 ini membawa berkat dan lebih banyak syukur dari kita. Untuk postingan pertama di tahun 2016, akan dibuka dengan kelanjutan tentang liburan kemarin, biar senengnya masih terasa :mrgreen:

Yup, dengan singkatnya waktu liburan di Yogya (hanya dari 23 s.d 27 Des 2015) dan banyaknya keluarga yang harus dikunjungi maka hanya sedikit sekali waktu yang tersisa untuk jalan-jalan. Bye alun2, bye Goa Pindul, bye Candi Prambanan, bye Candi Borobudur, byeee…ga ada kunjungan ke tempat2 wisata, bahkan taman pintar pun nggak 😂. Setelah di hari Natal saya terkapar dan sorenya ke Monjali, besoknya diawali pindah tempat menginap. Pagi2 buta, Yangti sudah sibuk membangunkan Mama untuk pulang ke rumahnya yg masih di daerah kotagede. Seminggu kemarin, Yangti memang tidur dirumah Tante saya yang merayakan Natal, karena sehari-hari dirumahnya Yangti tinggal dengan Tante saya yang merayakan Lebaran. Demi kemudahan tamu mengunjungi, akhirnya Yangti menginap saja di rumah Tante yang kemarin juga jadi tempat menginap kami.

Ini salah satu highlight saya berlibur ke Yogya. Saya senang sekali dengan suasana rukun, akrab, mendukung, kekeluargaan, diantara Tante2 saya yang berbeda keyakinan. Mereka saling support dalam mengurus Yangti. Pun berbeda keyakinan, Tante saya yang Muslim tetap menghormati keyakinan Yangti, tetap terbuka menerima kebaktian yang sesekali diadakan dirumahnya, bahkan membantu memasak jika ada kebaktian :mrgreen:, begitu sebaliknya jika ada pengajian, Tante yg Kristen juga membantu. Adeemmm liatnya.

MALIOBORO

Setelah angkut barang dan haha-hihi dengan semua keluarga yang berkumpul, saya, Pak B, & B pamit untuk mengunjungi sepupu Pak B yang kuliah di Yogya. Kami jemput J dari asrama kampus dan diantar ke Malioboro.

image
Gaya apa itu, B?

Hahaha, sudah diingatkan akan macet total tapi tetap nekat karena “masak ke Yogya tapi ga mampir ke Malioboro?”. Modal nekat kami kesana, ceritanya mau ke Pasar Beringharjo buat beli oleh-oleh, ndilalah setelah sampai dan susah payah cari parkir, ga nafsu masuk ke pasar karena isinya oranggggggg dimana-mana. Hahaha, mana panas pulak, karena kami sampai sekitar jam 11.00. Lalu bagaimana? Daripada bingung, sudahlah kami memutuskan untuk masuk ke Hamzah Batik (Mirota Batik) karena seingat saya, teman saya yang orang Yogya pernah menyarankan tempat ini. Masuk ke Mirota, ya ampunn puenuh juga, tapi mendinglah ber-AC. Di pintu masuk, ada peringatan tentang copet, tadi waktu kami parkir juga diingatkan tentang copet sama mas parkir, jadi parno, dikekeplah tas dan dompet yang isinya tak seberapa itu 😅.

Di Mirota sendiri, banyak barang unyu dan oleh2able, suasananya cukup etnik dan begitu masuk disambut bau dupa. Ada Bapak2 tua yang main (sepertinya) celempung. Dia asik bermain dan tidak terganggu dengan keriuhan sekitar. Ada stand khusus Jamu juga tapi kami skip karena panjang aja antriannya. Kami langsung naik ke lantai 2 yang jual berbagai pernak pernik, pajangan, kipas, tas, dompet, sampai lukisan. Pokoknya beragam sekali dan bikin galau yang mau beli. Harga juga variatif, dari yang under 10000 sampai Jut-jutan 😁. Setelah galau milih dan dipelototin Pak B, akhirnya saya sudahi belanja saya dan menyerahkan pada dia yang bertugas mengantri di kasir dan membayar.

image
Keliatan ga tulisannya? Mungkin ada yang patah hati :mrgreen:

Turun kebawah, saya menyempatkan beli lanting merk raminten yang satu grup dengan Mirota batik.
Kios oleh2nya sempitttt tapi penuhhh..cukup lengkap, ada bakpia beemacam rasa, lanting, yangko (yang sayangnya sedang habis), dan berbagai oleh2 khas Yogyakarta

RESTO MERAPI

Setelah selesai belanja, kami kelaparan dan kehausan. Sebenarnya tergiur dengan nasi pecel pinggir jalan, tetapi ga mungkin mampir karena bawa bocil. Emak-bapaknya mah perutnya udah kebal, cuma ga berani ambil resiko kalau menyangkut perut si bocil :mrgreen:.

Capcus lah kami putar-putar cari tempat makan. Tadinya kami pikir, akan makan di The House of Raminten di daerah gondokusuman. Pak B pernah berkunjung ke sini, katanya suasananya unik, lagi2 etnik. Tapi kami kalah kuat tekadnya melihat parkiran mobil yang sudah meleber kemana2. Hahahaha, kami putuskan untuk melipir ke Resto Merapi kotabaru (seberang SMA 3 Yogya). Cari-cari info di mbah gugel tentang resto ini malah bingung, katanya pake resep Bu Sisca Soewitomo, tapi fotonya beda..hahahaha.

Saya pesan Buntut Bakar, Pak B pesan Nasi Pecel komplit, J pesan Ayam Resto Merapi (sejenis ayam kremes tampaknya).

image
Rasanya enakk.. B doyan, buntutnya juicy, lembut tapi masih ada kenyal khas buntut, kuahnya lumayan segar, sayang nasinya sedikit. Saya jadi tambah nasi 😳

Minuman kami semuanya blended coffee & latte (lupa apa aja, kayaknya sih saya Cookies, Pak B apa ya? 😮 , J green tea latte). Rasa minumannya sih standar aja, kebanyakan es..hahaha.

image
Saya, B, dan Tante J

Setelah makan, mengantar J balik ke asrama, say goodbye dengan J, kami pun pulang ke rumah Yangti. Hah..baru segini, saya sudah ngos2an nulisnya. Hehehe..

Sekian dulu dan akan dilanjut ke part 3 ( semoga niatnya tak luntur 😆 )

Sekali lagi, hapi nyewyir everiwan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s