Tentang Waktu

Menurut saya, waktu itu paradoks (ceileh, kaya ngerti aja apa arti paradoks).

Kalau kata kbbi : paradoks/pa·ra·doks/ n pernyataan yang seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran; bersifat paradoks.

dan jika menurut wikipedia Indonesia : Paradoks adalah suatu situasi yang timbul dari sejumlah premis (apa yang dianggap benar sebagai landasan kesimpulan kemudian; dasar pemikiran; alasan; (2) asumsi; (3) kalimat atau proposisi yg dijadikan dasar penarikan kesimpulan di dl logika), yang diakui kebenarannya yang bertolak dari suatu pernyataan dan akan tiba pada suatu konflik atau kontradiksi. Sebuah ‘paradoks adalah sebuah pernyataan yang betul atau sekelompok pernyataan yang menuju ke sebuah kontradiksi atau ke sebuah situasi yang berlawanan dengan intuisi.

Lalu saya jadi bingung sendiri, hahahaha.. semoga guru Bahasa Indonesia saya tidak membaca kebingungan saya sehingga tidak merasa gagal mentransfer ilmu, karena kesalahan semata dari saya. Kalau menurut saya, Paradoks itu sebuah kondisi membingungkan tentang 2 pernyataan yang bertentangan tetapi keduanya adalah benar pada kondisi itu. Kenapa saya sebut waktu adalah paradoks? Karena waktu bisa bergerak sangat cepat atau sangat lambat secara bersamaan, atau terkadang terasa bergerak cepat dan terkadang bergerak lambat tergantung kondisi si subjek. Maaf kalau pemahaman saya salah, dikoreksi saja, jangan dibully, apalagi dibenci 😀

Kapan menurut saya waktu terasa bergerak cepat dan lambat secara bersamaan?

  1. Setelah Papa meninggal dunia. Saya merasa waktu terasa sangat cepat sampai-sampai sudah hampir 4 tahun beliau pergi, tapi rasanya seperti baru kemarin saya memeluk beliau dalam kondisi sehat. Tetapi secara bersamaan, waktu terasa lambat karena selama 4 tahun ini sudah banyak hal besar terjadi dalam hidup saya. Saya bertunangan, menikah, hamil, melahirkan, pindah kerja. Entah, jika mengingat semua proses yang saya alami diatas, saya merasa waktu bergerak lambat seperti “oh, baru hampir 3 tahun tho saya menikah, perasaan sudah lama 😀 “
  2. Setelah B lahir. Time flies kalau kata banyak orang yang meihat B sekarang. Yup, saya juga amazed karena sepertinya baru kemarin saya kegirangan melihat test pack positif lalu mengalami masa hamil dengan drama flek, kemudian melahirkan mendadak (semoga nanti saya bisa ceritakan), lalu tahu-tahu B sudah lari-lari kesana kemari. Time flies. Lagi-lagi secara bersamaan saya merasa waktu ini bergerak lamaaaa sekali karena menunggu kapan ya B mulai lancar bicara, kapan ya B giginya tumbuh lengkap, kapan ya B mau sikat gigi, kapan ya B mulai sekolah dan seterusnya

Jadi kedua hal diatas menurut saya membuat waktu bergerak cepat dan lambat secara bersamaan. waktu itu jadi paradoks untuk saya.

Lalu apa kondisi yang membuat waktu terasa melambat?

  1. Menunggu jam pulang kantor. sepertinya saya sudah ini, sudah itu, kesana-kemari, bolak-balik menghadap bos, tapi kok masih saja jam 4 atau jam 4.15 (saya pulang jam 5 sore). Pada kondisi ini sungguh waktu terasa sangat lambat.
  2. Menunggu jam makan siang, hahahahaha. Ini juga membuat waktu terasa melambat karena saya lapar biasanya mulai dari jam 10 pagi.
  3. Menunggu kabar yang diharapkan. Entah kabar keberadaan suami, kabar tentang barang belanjaan online yang belum tiba, menunggu kabar transferan gaji, menunggu kabar bonus, menunggu orang bayar hutang, eh.. hahahaha
  4. Macet. Ini benar-benar membuat waktu terasa sangat lambat buat saya, karena saya tidak betah berdiam diri di kemacetan
  5. Ada lagi yang bisa menambahkan?

Dan kondisi yang membuat waktu terasa berlari, menurut saya adalah :

  1. Waktu tidur malam. Kok ya tahu-tahu sudah pagi dan harus segera menyeret tubuh dari tempat tidur dan berangkat kerja
  2. Jam 1 siang, dimana adalah jam selesai istirahat saya. huks..kan masih pengen internetan :p
  3. Dikejar deadline kerjaan, ofkors..hahahaha.. kok tahu-tahu sehari berlalu (meskipun di jam 4 akan terasa melambat lagi :D)
  4. waktu tenggat pembayaran cicilan apapun. Hahahaha, perasaan kemarin baru baya eh udah hampir jatuh tempo lagi.
  5. Ada lagi yang bisa menambahkan?

Tetapi semoga saya bisa menggunakan waktu sebaik-baiknya, bisa mengitung hari-hari sebijaksana mungkin.

Cheers

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s