Standar Ganda

Hari ini jadi ingin berkeluh kesah…meski kata orang mengeluh itu tiada guna, gapapalah..jarang-jarang ini 😀 Pernah ga sih ketemu sama orang yang suka banget menerapkan standar ganda sama orang lain? Maksudnya opo toh standar ganda itu? Jadi menurut saya, standar ganda itu jika seorang atau sekelompok orang menerapkan standar tinggi pada orang lain (atau yang berada di luar kelompoknya) tetapi standar dia itu tidak berlaku buat dirinya sendiri (atau kelompoknya). Contohnya ya adalah dia benci ga suka kalau ada orang lain yang tersinggung sama bercandaannya dia tapi dia sah-sah aja tersinggung sama bercandaan orang (yang menurut penilaian subjektif saya, kadar bercandaannya itu sama).

Contoh lain adalah dia ga suka kalo diomongin dibelakang (siapa juga yang suka ya) dan bisa ngambek berkepanjangan kalau dia tau tapi hobiii banget ngomongin orang di belakang dan kalau orang yang diomongin itu negur dan ngambek, dibilang ga asik. Minta digaruk pake pisau ga sih yang begini? Terus contoh lain lagi (duileh, banyak banget mbak, ini pengalaman pribadi ato gimana?) dia sukaaaa banget mengkritik orang tanpa tedeng aling-aling (kritik membangun ataupun yang tidak membangun) tapi anti banget dikritik sama orang lain. Bisa pundung dan bilang “emang si X (yg ngritik) udah paling sempurna apah?”. Makkkk..

Mungkin saja sih, saya sendiri pernah (atau sering) memiliki standar ganda seperti ini pada orang tanpa sadar. Dan di tengah hari bolong yang melelahkan gegara stock opname segambreng  tiba-tiba saya dapet pencerahan, kalo diperlakukan seperti itu ga enak banget. Bikin keki. Bukan, bukan karena saya habis diperlakukan seperti itu, tapi saya melihat teman saya diperlakukan seperti itu. Sayah eneg banget deh jadinya. Siang saya jadi gloomy karena saya ikutan ga enak feeling begini.

Menurut saya, hal ini mungkin terjadi karena kita susah berempati sama orang. Jadi, kita ngerasa sah-sah aja memperlakukan orang lain dengan standar yang menurut kita bener, padahal jika standar itu diterapkan ke diri kita sendiri, kita belum tentu suka ya. Simplenya sih, perlakukan orang lain seperti dirimu ingin diperlakukan.

Demikian keluhan saya yang ga penting ini

12376748_10203911321662361_2600425498577847570_n.jpg
Ini ga ada hubungannya sih sama keluhan saya, lebih ke susah empati..hehehehe
Advertisements

4 thoughts on “Standar Ganda

  1. Akh ngomongin double standard emang gampang2 susah yah…

    Dulu sering ketawain nenek-ku yang sering double standar parah banget..
    Ngajarin anak cewek : kalo nikah istri yang harus pegang uang dan ngatur semuanya…

    Tapi ngajarin anaknya yang cowok : kalo gaji tuh jangan dikasih ke istri semuanya dooong bhahaaha…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s