02022013

Berhubung masih hangat hangat tai ayam dengan tanggal anniversary kemarin, saya jadi ingin menuliskan ulang bagaimana pernikahan kami. Supaya tidak lupa bagaimana kejadiannya. Jadi anniversary ke-3 kemarin itu sungguh tidak ada romantis-romantisnya, karena kami berdua lupa..iya, LUPA. Saya baru ingat saat buka facebook di jam makan siang, dan facebook mengucapkan happy anniversary (duh, terharu deh sama facebook jadi yang pertama ucapin happy anniversary). Akhirnya saya buat postingan alay romantis dan tag nama Pak B di facebook. Nah, saat di tag itulah, suami saya baru ingat dengan anniversary kami –> lebih parah, pasangan macam apa kamilah ini.

Hahahaha, meskipun akhirnya dia menjemput saya untuk makan keluar berdua, tapi tetap saja bukan romantic dinner. Kami hanya casual dinner di tempat yang sekiranya parkir tidak penuh saat kami tiba. Hahahaha. Tapi entah kenapa, saya malah kangen lihat foto-foto saya waktu nikah dulu saat pulang kerumah. Dan tiba-tiba ingin posting tentang pernikahan di blog ini.

020213

Tunangan

Tanggal 020213 kami pilih sebagai tanggal pernikahan dengan proses terburu-buru dan pertimbangan singkat. Yap, kami menyiapkan pernikahan sejak bulan Juni 2012 dengan mendadak. Saat itu, orang tua Pak B sedang berkunjung ke Jakarta dari Sumatra sana. Saat itu, mereka ingin ke rumah saya pertama kali untuk kenalan biasa dengan mama saya (Papa baru meninggal di bulan April 2012). Kami tidak ada ekspektasi apa-apa, karena memang baru pertama kali kenalan nih kedua orang tua. Ndilalah, keluarga besar saya salah menanggapi. Eyang kakung (Om-nya mama saya) sampai ikut datang menyambut, saya serta keluarga Pak B shock saat tiba (kami berangkat bersama dari Bogor, karena saat itu saya kos di Bogor).

Singkat kata, Eyang kakung saya menantang kapan akan melamar (apaan sih iniii?) dan calon bapak mertua (saat itu) menyanggupi untuk datang melamar minggu depannya. Saya dan Pak B shock bukan kepalang, bukannya tidak mau menikah tapi kami pikir masih akan terjadi 2 tahun lagi. Sudah tidak bisa mundur lagi, seminggu itu kami ngebut beli cincin untuk tanda pengikat. Cincin ini juga yang kami pakai sebagai cincin nikah, maklum saja, dana terbatas.

1865_4554129617773_749740744_n
ini cincin yang mendadak kami cari itu

Minggu depannya, Pak B datang dengan keluarga besar mereka yang di Jakarta untuk melamar. Tapi entah karena kami shock atau sedikit oon lugu, kami belum rembukin berdua tanggal berapa kita ingin menikah. Jadi langsung ditodong, dan Pak B sendiri yang dengan gelagapan menunjuk tanggal 2 Februari 2013. Saat saya tanya alasannya, itu waktu yang cukup untuk persiapan tapi tidak terlalu lama juga, selain itu, itu tanggal muda jadi tidak memberatkan tamu yang datang kasih angpao. Huahahahaha. Toyor manja Pak B.

Jadilah kami mempersiapkan diri untuk pernikahan di tanggal  2 Februari 2013.

Persiapan Pernikahan

Dengan waktu yang singkat dan tabungan yang belum terisi banyak, kami bersyukur selama persiapan ini dibantu banyak oleh teman-teman kami sendiri. Mulai dari baju yang di desain dan dicarikan bahannya oleh L (teman gereja), dijahit oleh penjahit langganannya yang kasih harga super murah untuk baju nikah. Undangan juga didesain oleh L dan dicetak oleh Mas M (ini juga teman gereja) dengan harga “teman” meskipun kami tidak meminta harga “teman”. Kami tahu, orang bekerja itu harus dihargai sepantasanya, tapi untunglah dia bilang memang ingin bantu karena dia ikut bahagia buat saya.

Urusan administrasi yang ribet (kami tinggal di bogor tapi ingin diberkati di gereja saya di Depok) kami dibantu oleh Om S yang juga teman gereja kami. Beliau ini majelis di gereja, jadi administrasi ke walikota dan gereja beliau yang handle semua. Foto pre-wedding pun gratisan. Lokasi & properti dibantu L, fotografer & transportasi olej J & I (semua temen gereja), dannn..mereka ditraktir makan ga mau, dibayarin bensin juga ga mau. Ini mah, kami jadi keenakan banget ya.

Ini beberapa hasil pre-wedding kami yang no concept dan gratisan. Saya sukaa…

Urusan test food di bantu oleh bude saya termasuk administrasi dengan pihak hotel tempat kami mengadakan resepsi. Singer pernikahan kami itu juga vocal group sahabat-sahabat saya (VG Agape) dari SMA yang rela latihan malam-malam dan meluangkan waktu untuk persiapan nikah kami. Untuk organis, kami meminta teman persekutuan kami yang bela-belain latihan meskipun sedang diare. Terima kasih Bang R & Agape

544185_4540676401451_1574456628_n.jpg
Ki-Ka : MO+IR, I, MA, N, E, D, L. Ini VG Agape dan sahabat saya saat SMA (IR, N). The most heartbreaking to look this photo is MO a.k.a Monce, my dearest friend is no longer around us. He passed away on 16/4/2015. No words can describe our loss. Esp for IR, they plan to marry in Sept 2015,  But God has another plan for them. My heart still ache when i write this caption.

Sedikit cerita tentang Monce seperti yang sudah disebutkan di caption, dia itu teman yang sangat baik, care, humoris, salah satu orang paling tulus yang pernah saya kenal. Waktu dapat kabar duka tentang dia, saya pikir yang meninggal itu orang tua Monce dan rasanya kaget bukan kepalang waktu baca ulang whatsapp dari teman saya. Saya tidak konsen di kantor, segera ke toilet untuk menangis. Kalau dikasih kesempatan terakhir untuk bicara dengan Monce saya ingin bilang :

“Hai Ce, makasih ya sudah jadi teman yang sangat baik selama ini. Kita jarang bertukar kabar, tapi di setiap kondisi penting, lo selalu siap menemani teman-teman lo yang butuh dukungan. Waktu bokap gue meninggal, waktu gw mau merit. Semua kebaikan lo bakal gw ceritain sama anak-anak gw nantinya. Gw mo cerita, klo mama papanya punya teman yang sangat baik bernama Om Monce yang duluan dipanggil Tuhan. Karena mama rasa, surga merindukan suara Om Monce yang indah dan humornya yang menghibur. Rest in peace, Ce”

Terlepas dari semua bantuan teknis dari teman dan keluarga saya, saya juga sangat bersyukur untuk setiap perhatian, doa, dan kasih sayang mereka selama persiapan pernikahan. Rasanya tidak ternilai memiliki kerabat seperti mereka. Membuat saya mengharu biru.

Pemberkatan

Setelah persiapan yang menguras pikiran, tenaga, dan tabungan, kami tiba di 020213. Seperti biasa, pengantin wanita harus siap-siap dari subuh untuk didandani. Setelah semalaman tidak bisa tidur, saya tetap bisa bangun dengan segar ga pake ngantuk. Mungkin efek adrenalin yang terpacu karena mau jadi istri orang. Hahahaha. Yang saya ingat betul, L datang subuh-subuh ke hotel tempat saya menginap untuk masangin korset saya. Yup, karena dia yang paling mengikuti proses pembuatan baju saya, dia tahu kalo saya semakin menggemuk di hari H *tutupmuka* jadi pake korset harus yang udah paham banget deh..Waktu fitting terakhir saja, yang bantu pake korset itu L, Bude SP (ibunya L), dan Mas I (penjahit baju pengantin saya), hahahaha.. parah banget ya..

485048_4540674641407_82757480_n
Lagi didandanin sama Bu Ketut. Saya overall puas sama make up artist saya ini, makeup-nya ga pecah meski dipakai seharian. Terima kasih Bu Ketut 🙂

Tidak ada acara jemput-jemputan pengantin karena kita hanya terpisah satu kamar hotel. Jadi kita berangkat bareng ke gerja dengan mobil pengantin. Sampai di gereja, saya penasaran dengan dekorasi yang semalaman dikerjakan oleh teman-teman pengasuh sekolah minggu. Huhuhu, aku terharu..makasih banyak ya Mbak Y, L, dan semua yang membantu.

306184_4540681961590_1175948192_n.jpg
Ini bunga dekorasi di pinggir kursi jemaat. I love it so much.

Sebelum pemberkatan, kami catatan sipil dulu demi meringkas waktu. Tadinya saya takut petugas catatan sipil saya terlambat, tapi ternyata Om S sudah sigap dengan menjemput pagi-pagi sekali. Maka acara pencatatan sipil kami berjalan lancar.

426562_4540670201296_1237060084_n
Entah kenapa Pak B pucat sekali seperti vampir, tapi kenapa ga kaya edward cullen ya? Haha.. Ki-Ka : Om S, Pak Catatn Sipil, Kami, Kak F + Kak M sebagai saksi

Kelar catatan sipil, maka pemberkatan dimulailah. Saya ingat lagu pengiring untuk masuk ke ruang ibadah itu Household of Faith :

Here we are at the start committing to each other
By His word and from our hearts
We will be a family in a house that will be a home
And with faith we’ll build it strong

Chorus:
We’ll build a household of faith
That together we can make
And when the strong winds blow it won’t fall down
As one in Him we’ll grow and the whole world will know
We are a household of faith

Now to be a family we’ve got to love each other
At any cost unselfishly
And our home must be a place that fully abounds with grace
A reflection of His face


Ini menjadi doa kami bagi pernikahan kami. Semoga rumah tangga yang kami bangun menjadi Household of Faith.

208513_4554130897805_235475396_n
Saat diberkati menjadi sepasang suami istri
313348_4554130537796_167793974_n
“Cincin ini sebagai lambang cinta kasihku padamu yang todak memiliki akhir”
482600_4554129857779_51733296_n
Yes, we do
563501_4554123977632_1667572355_n
Saat Pak Pendeta memberi wejangan pernikahan
563506_4554132977857_162985087_n
Cium..ciumm..ciumm…hahaha
625600_4554136097935_6931462_n
Sehabis sungkem, masih berasa sedih.. Apalgi Papa tidak sempat menyaksikan

This slideshow requires JavaScript.

601087_4540667681233_1512013746_n
Kami dan Keluarga Besar Pak B
6567_4540664601156_2038024732_n
Kami dan Keluarga Besar Saya

Resepsi

Kami mengadakan resepsi di hotel yang tidak jauh dari gereja supaya tidak macet dan cepat kelar. Hahaha. Budget juga sik akhirnya yang menentukan. Kami resepsi di Hotel Bumi Wiyata, tapi untuk undangan yang 300 orang saja karena akan ada pesta adat di sumatra sana, jadi harus irit sana-sini. Hahaha. Selanjutnya biar foto yang bicara. Hahaha

598966_4555315967431_1316821473_n
Masuk Ruang Resepsi. Bu Ketut cantik banget Bu..*salahfokus*

 

644305_4555379849028_1576596985_n
With Agape & N, Pak B, kenapa merem cobaaaa
45419_4555413649873_1092122260_n
Dengan penerima tamu saya yang cantik-cantik. Ini Kenapa cantikan mereka daripada pengantin yakkk?
481874_4555407449718_1848461761_n.jpg
Bersama Bapak-Ibu wilayah saya yang rela hati jadi panitia dadakan untuk resepsi ini. Love you all.
65541_4555368528745_508989771_n
Teman kantor Pak B
576293_4555362568596_409458442_n
Teman kantor saya yang dulu
429615_4555424450143_185464293_n
Kami dan my in laws
574955_4555387369216_497538232_n
Kami, mama dan adik saya

Waw..ini jadi postingan terpanjang saya. Semoga ini bisa jadi kenangan bagi kami di masa depan. Mengingat betapa Tuhan baik menyertai kami dari awal kami memulai rumah tangga ini, bahkan jauh sebelumnya. Semoga doa menjadi household of faith dapat mengarahkan kemana kami mengayuh pernikahan ini.

Love,

P

 

Advertisements

4 thoughts on “02022013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s