Tentang Potong Rambut

Sebagai perempuan yang hanya ke salon untuk potong rambut, tentu saya tidak memiliki banyak pengalaman dengan hair dresser atau pekerja salon lainnya 😄. Dulu sih ada salon langganan di R*dy Had*suw*rno di salah satu mall di bogor. Hair dressernya namanya Mas Boy (a.k.a Hendri). Tapi setelah dia umroh, ntah kenapa dia ga keliatan lagi di salon itu. Saya jadi malas ke salon itu, karena hair dresser yang satunya sungguh mengintimidasi 😂

Ceritanya saya sudah gerah dengan rambut saya yang belum sampai sebahu ini, jadi dengan niat saya potong rambut kemarin. Karena sekalian pulang ke rumah Mama di depok maka saya mencari salon di salah satu mall di depok. Capcipcup, udahlah saya ke J*hnny Andr*an. Karena tidak pernah ke salon tersebut, saya pasrah dipotong sama siapa aja.

Ndilalah, yang potong rambut saya cowok lagi. Namanya Mas Bahar. Awalnya saya ga tau ini mas-mas atau mbas (mas-mas yang ke mbak-mbakan). Takut salah panggil dong ya, karena pengalaman pernah disengeni (diomelin) sama hair dresser cowok di salah satu salon karena manggil dia Mas, rupanya dia maunya dipanggil Jeng atau Seus. Ya envelope. Ternyata Mas Bahar tidak gemulai, dan setelah diperhatikan bajunya gothic serta rambutnya gondrong ala rocker.

Saya seringkali mengalami awkward moment kalau lagi potong rambut. Pada dasarnya saya agak sulit basa-basi panjang dengan orang asing, tapi kebanyakan hair dresser cewek atau mbas is so talkative alias cerewet. Mulai dari basa basi saya kuliah dimana –> bok, boong banget kalau dia ga bisa ngeliat kalau saya ini udah ga ada potongan jadi mahasiswi, atau mulai ngomentarin kondisi rambut saya yang halus –> kelewatan deh kalo boong, dan lama-lama entah apa aja yang diomongin.

Selain itu, hair dresser cewek atau mbas biasanya penampilannya cethhharr dan saya terintimidasi dengan penampilan mereka. Kalau mereka tanya, mau potong model apa akan saya jawab cepat “yang kira-kira cocok aja sama muka saya” karena saya menganggap mereka lebih ngerti karena penampilan mereka cethar. Sayangnya, saya seringnya ngerasa hasil potongan rambutnya sering tidak sesuai muka saya.

Nah, karena kali ini saya dapet mas-mas rocker, saya penasaran bakalan kaya apa momen potong rambut ini. Duile, potong rambut aja rempong bener. Sebelum potong rambut, ofkors dia nanya mau dipotong kaya apa. Setelah saya jawab dengan default saya diatas, dia inisiatif ambil buku model potongan rambut. Lalu dia tunjukkan model-model yang kira-kira cocok untuk saya. Oke poin plus pertama. Dia gak sotoy dengan keinginan saya.

Lalu sepanjang potong rambut, dia sopan karena tidak berusaha mengada-ada dalam cari bahan pembicaraan. Dia menjawab sopan kalau ditanya dan hanya bertanya/memberi input tentang potongan rambut. Oke poin plus kedua. Dia tidak membuat awkward moment karena basa-basi yang tidak perlu.

Dan poin plus terakhir, saya cukup puas dengan hasil potongan rambutnya. Oke, emang ga bikin muka saya jadi mirip Taylor Swift tapi ga aneh lah buat muka saya.

Sekilas percakapan yang saya ingat dengan Mas Bahar :

MB : Potong rambut pendek memang lebih simple dan bikin fresh ya.
P : Lah, kenapa mas gondrong rambutnya?
MB : Karena leher saya panjang, jadi kelihatan kurus kalau rambut saya pendek.
P : Oh.. *laludiamkarenabingungngomongapalagi*
–>lah, ini apa inti percakapannya sik? Ga penting banget<–

Sekian. Ada pengalaman menarikkah soal potong rambut?

Advertisements

6 thoughts on “Tentang Potong Rambut

  1. kalo aku agak riweh mbak, kalo mau potong rambut. harus nyari salon kheuseus ciwi2. pake hijab soale. nah sempet nih aku minta tolong potong sama mbak rewang di rumah. trus kependekan. suami sih ga bilang jelek. cuman dia bilang, laen kali jangan potong rambut sama si mbak ya. gitu masaaaa 😀 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s