We Got Married

Tebak, postingan ini tentang apa?
Cerita nikahan saya? Bukaannnn
Cerita nikahan kenalan saya? Bukan juga
Trus, tentang apaan?
Apalagi kalau bukan reality show Korea? Saya rasa, saya sudah keracunan perkoreaan ini. Tadinya, mau nyelesein tentang Reply 1988 yang ngejogrok di draft dari 2 minggu lalu, tapi berhubung complicated, jadilah mau bahas tentang reality show ini.

Saya awalnya gimana gitu sama reality show ini, saya pikir pernikahan kok dijadiin reality show. Ternyata, ini tentang pernikahan virtual antara 2 artis/idol korea. Jadi mereka kayak berperan jadi suami istri (karena berperan, tentu tidak termasuk *yahyouknowwhatimean*) dalam jangka waktu tertentu. Jangka waktu ini bervariasi, ada yg 3 bulan, 6 bulan, 8 bulan, sampai setahun. Tergantung artis dan manajemennya juga kayaknya.

Nah, awalnya saya nonton sepotong-sepotong trus cekikikan sendiri kalo nemu adegan yang romantis dan sebangsanya. Ga pernah baper deh sama pasangan yang di reality show WGM. Karena saya telat tahu tentang acara ini, jadi baru mulai nontonin yang season 4 (th 2015). Saya kira, saya akan tetap waras nonton acara ini sebagai hiburan tanpa baper. Tapi saya salah, salah banget nonton ulang acara ini di season 4. Salah banget.

Kenapa? Karena saya baper ngeliat 1 pasangan yang kalo kata komentatornya honey bee saking lovey-doveynya. Hahaha. Siapa lagi kalo bukan Lee Jong Hyun dan Gong Seung Yeon.

image
JongYeon couple

Baper gimana sik?
1. Baper karena mereka cuma kurang dari 6 bulan di WGM. Oh tidakkkk. Bete deh. Sebelum nonton WGM, boro-boro tau si Jong Hyun (ampun para fans CNBlue diluae sanah) apalagi Seung Yeon yang katanya artis baru. Tapi setelah WGM, bela-belain follow instagramnya meskipun ga ngerti captionnya (gapentingbangetdibahas)

2. Baper karena mereka ga beneran jadian di kehidupan nyata 😥 *krayyyy*. Mereka kelihatan sincere banget di WGM, kelihatan beneran jatuh cinta. Tapi saya lupa, mereka aktor juga, ya pasti bisa juga lah bangun fake chemistry. Tapi kan, mereka jadi diri mereka sendiri di WGM, pastinya keliatan beda dong ya kalo di film yang di skenarioin –> Masih tahap denial kalo mereka ga mungkin jadian di kehidupan nyata, ga terima..

Oke, saya udah keliatan maniak? Stres? Ga ada kerjaan ngurusin beginian? Hahaha..biarlah orang berkata apa, saya hanya coba mengibur diri sendiri 😂😂

Kenapa saya bisa baper sama pasangan ini?
1. Seperti yang saya bilang diatas, mereka keliatan tulus banget kayak orang beneran jatuh cinta. Kalo itu semua akting, hadeh..berarti akting jatuh cinta mereka top banget buat saya. Saya sering ketawa-ketawa dan pipi saya sampe capek terangkat setiap kali melihat ke’manis’an hubungan mereka.

2. Kalo kebanyakan pasangan di WGM itu berawal dari one side love baru belakangan mulai berbalas, mereka terlihat saling receive and give dalam hubungan mereka dari awal. Jong Hyun dan Seung Yeon secara bergantian menunjukkan rasa sayangnya (Yayaya..ga usah diingetin kalo kemungkinan mereka ada guidelinenya meskipun bukan skenario, biarin aja saya berkhayal saat ini 😂). Bukankah hubungan seharusnya begitu? Saling receive and give? Receive what? Give what? Of course Love lah hai *makinmenggelikantulisansaya*

3. Mereka berdua bahkan saling mengenalkan dengan keluarganya dan keluarga mereka kelihatannya menyukai pasangan anak masing-masing. Lemah deh kalo saya udah ngeliat adegan yang melibatkan orang tua begini..

4. Jujur, saya pikir Seung Yeon itu cantik banget, jadi seneng ngeliatnya. Aneh kan? Karena biasanya hanya men-skip aktris wanita karena lebih tertarik sama aktor prianya 😜. Tapi untuk pasangan ini, i fall for the actress meskipun Jong Hyun juga ganteng sik.

5. Lagu ciptaan mereka juga enak dan meaningful dan bikin saya hampir nangis ga rela di akhir episode mereka.

Semoga suatu saat mereka beneran jadian –> terus denial, ato paling ga temenan deh ya –> terus berharap. Hahaha

Sekian tulisan random saya. Maafkan membuat mata anda lelah membaca ocehan saya. Hahahaha

Vanilla Twilight

The stars lean down to kiss you
And I lie awake and miss you
Pour me a heavy dose of atmosphere
‘Cause I’ll doze off safe and soundly
But I’ll miss your arms around me
I’d send a postcard to you, dear
‘Cause I wish you were here

I’ll watch the night turn light blue
But it’s not the same without you
Because it takes two to whisper quietly
The silence isn’t so bad
‘Til I look at my hands and feel sad
‘Cause the spaces between my fingers
Are right where yours fit perfectly

I’ll find repose in new ways
Though I haven’t slept in two days
‘Cause cold nostalgia chills me to the bone
But drenched in vanilla twilight
I’ll sit on the front porch all night
Waist deep in thought because when
I think of you I don’t feel so alone

I don’t feel so alone
I don’t feel so alone

As many times as I blink
I’ll think of you tonight

I’ll think of you tonight

When violet eyes get brighter
And heavy wings grow lighter
I’ll taste the sky and feel alive again
And I’ll forget the world that I knew
But I swear I won’t forget you
Oh if my voice could reach back through the past
I’d whisper in your ear,
“Oh darling I wish you were here”

Lagi suka lagi sama lagu ini. Katanya itu salah satu lagu di film Twilight, tapi jujur saya ga tau di bagian mananya. 😂

Duluuu..waktu lagu ini baru keluar..saya jatuh cinta sama nadanya yang menurut saya menghipnotis dan kata-katanya yang puitis tapi sendu.. Jujur, kalau denger lagu ini berasa banget kehilangan seseorang yang kita sayang *alaydetected* tapi ga menye-menye bikin frustasi. Hahaha.

Kemarin denger lagu ini di radio trus langsung berasa nostalgic. Beneran..langsung cari di youtube dan di putar berulang kali sampe ketiduran. Hahaha..

Ada yang suka lagu ini? Atau ada ga sih lagu yang baru kamu denger lagi dan bikin feeling nostalgic?

Pengendalian Diri

Judulnya semacam butir-butir P4 ya..atau buah-buah Roh? Yang pasti hal itu yang sedang coba saya renungkan sepanjang sore ini. Tsahh..udah kaya filsuf belum karena suka merenung? 😂

Kemarin sore waktu pulang kantor, kebetulan Pak B bisa jemput ke kantor bareng B. Begitu bertemu saya, B langsung bercerita dengan bahasa bayinya sambil nunjuk pipinya. Ternyata, pipi B ada luka akibat cakaran. Pertama saya pikir apakah B dicakar kucing atau kecakar tangan sendiri. Tapi dia menyebut nama salah satu anak di komplek kami sambil nunjuk pipinya. Oh, rupanya dia dicakar temannya. Kata Pak B berdasarkan cerita mama saya, B meminjamkan sepeda pada anak tersebut, tapi setelah setengah jam, dia mau ambil sepeda itu lagi dan si anak tersebut ga terima lalu langsung mencakar B.

p_20160303_181543_hdr.jpg
Kelihatan kan bekas cakarannya? 😦

Yasudahlah saya pikir, namanya juga anak-anak. Saya bilang ke B “nanti baikan ya sama R, dimaafin ya R”, dan B nyaut “Ke.. (oke)”. Sudah dong saya kira cukup sampai di situ. Ternyata Pak B yang masih jengkel dengan kejadian itu karena menurut mama saya, Ibu si anak tidak melakukan tindakan apapun atas kenakalan anaknya, minta maaf pun nggak. Saya coba nenangin (mau ujan gede kayaknya, karena biasanya yg sumbunya pendek itu saya), saya bilang ya mungkin pola pengasuhan anaknya begitu dari orang tuanya.

Lalu terjadilah pembicaraan seperti ini :
Pak B : Coba anaknya yang dicakar, pasti udah dilabrak deh tuh orang tuanya
P : Hah? Ngaco kamu, masa orang tua ikut campur urusan sepele kayak gitu
B : Kamu ga tau ceritanya? Itu kakaknya R berantem sama K anaknya Pak A. Trus besoknya Bapaknya R ngelabrak Pak A di rumahnya.
P : Hah? Seriusan? Kok kemarin aku liat anak berdua itu sudah main bareng?
B : Nah itu dia, namanya juga bocah, sekarang berantem, 10 menit lagi baikan, tapi kalo orang tuanya kan ga mungkin langsung selesai, pasti bikin hubungan ga enak antar tetangga.

Iya juga ya, saya langsung mikir kok Pak J (bapaknya R) bisa sebegitunya cuma gara-gara anaknya berantem sama anak tetangga. Ternyata pengendalian diri itu susah ya. Kadang kita bertindak menurut emosi kita tapi tidak memikirkan efek jangka panjangnya. Seperti Pak J dan Pak A yang hubungannya memburuk karena Pak J gagal mengendalikan diri menangani emosinya. Benar kata Pak B, kalo anak kecil sebentar berantem sebentar baikan, kalau orang tua kan hatinya semakin sempit karena banyak hal yang dipikirkan makanya biasanya lebih mendendam.

Kalau saya pikir-pikir, ada saat dimana saya menyesal karena tidak bisa mengendalikan emosi. Kebanyakan karena di jalan. Saya pernah menyesal membuka kaca mobil untuk protes pada supir angkot yang berkali-kali berhenti mendadak dan di tengah jalan. Saya menyesal karena melihat mukanya yang lelah, saya seperti menambahkan beban dalam hidupnya. Saya juga pernah menyesal karena ngomel dengan pemotor yang nyalip lewat kiri dan menggores mobil, karena kami jadi terlibat adu mulut norak di tengah jalan.

Ah, harus berguru kemana ya pengendalian diri ini? Apakah perlu menyepi ke gunung, kulari ke hutan lalu ke pantai? Entahlah.

Harta Karun

Meskipun saya setuju dengan OST Keluarga Cemara (ada yang tau series ini?) yang bilang “harta yang paling berharga adalah keluarga, istana yang paling indah adalah keluarga..” 🎶🎶, tapi harta karun yang saya maksud bukanlah keluarga. Hahaha. Harta karun yang saya maksud adalah uang tidak terduga yang kita temukan di tempat yang tidak terduga alias uang nyelip. Tau kan maksudnya? Itu lho uang yang suka tanpa sadar kita simpan trus kita lupakan sampe akhirnya ditemukan tidak sengaja.

Biasanya sih, yang jadi tempat selipan uang itu kantong (celana, baju, jaket, tas, dompet), buku, laci (lemari, meja), tempat stationary di kantor, dibawah taplak meja, di bawah penutup kulkas, pokoknya tempat-tempat yang lazim-gak lazim lah buat simpen duit. Jumlah uang nyelip ini pun bervariasi, tapi biasanya receh-receh sisa kembalian kalo saya mah. Uang yang jumlahnya besar mana mungkin dilupakan ya..hahaha.. Etapi, ternyata pagi ini ceritanya berbeda.

Saat saya berangkat ke kantor naik ojek, seperti biasa saya ribet dengan ongkosnya. Biasanya sudah saya pisahkan di kantong terluar, tapi karena tadi buru-buru saya harus cari di dalam tas. Setelah ketemu dan bayar saya iseng masukin tangan ke kantong jaket yang baru saya ambil dari lemari, barangkali ada uang 2000 rupiah nyelip untuk nambahin ongkos kereta. Hahaha. Wih, bener aja ada uang nyelip, saya tarik keluar dan saya menemukan uang 100ribu di kantong saya. Bengong dong karena saya ga pernah naro uang besar di kantong jaket. Buru-buru cek dompet, takut tadi saya salah ambil uang (karena saya pernah bayar angkot pake uang 50ribu yang saya kira 1000 trus saya langsung ngeloyor karena saya pikir uangnya pas), tapi isinya aman, masih sama jumlahnya jika dikurangi ongkos ojek. Berarti uang di kantong saya ini bener-bener uang nyelip dong ya. Horeee… seneng banget rasanya biar 100ribu doang, kaya dapet undian 1 milyar (emang pernah tau rasanya kaya apa dapet 1 milyar? 😜).

Padahal kalo dipikir-pikir itu kan uang saya juga ya, tapi kenapa senengnya kaya dapet uang bonus dari kantor? 😁
Haha, mungkin karena uang itu diluar perhitungan saya bulan ini, jadi berasa bisa foya-foya pake uang nyelip tadi buat beli cimol dan jajan cilok.

Ada yang punya pengalaman dengan uang nyelip kayak saya?