Pengendalian Diri

Judulnya semacam butir-butir P4 ya..atau buah-buah Roh? Yang pasti hal itu yang sedang coba saya renungkan sepanjang sore ini. Tsahh..udah kaya filsuf belum karena suka merenung? 😂

Kemarin sore waktu pulang kantor, kebetulan Pak B bisa jemput ke kantor bareng B. Begitu bertemu saya, B langsung bercerita dengan bahasa bayinya sambil nunjuk pipinya. Ternyata, pipi B ada luka akibat cakaran. Pertama saya pikir apakah B dicakar kucing atau kecakar tangan sendiri. Tapi dia menyebut nama salah satu anak di komplek kami sambil nunjuk pipinya. Oh, rupanya dia dicakar temannya. Kata Pak B berdasarkan cerita mama saya, B meminjamkan sepeda pada anak tersebut, tapi setelah setengah jam, dia mau ambil sepeda itu lagi dan si anak tersebut ga terima lalu langsung mencakar B.

p_20160303_181543_hdr.jpg
Kelihatan kan bekas cakarannya? 😦

Yasudahlah saya pikir, namanya juga anak-anak. Saya bilang ke B “nanti baikan ya sama R, dimaafin ya R”, dan B nyaut “Ke.. (oke)”. Sudah dong saya kira cukup sampai di situ. Ternyata Pak B yang masih jengkel dengan kejadian itu karena menurut mama saya, Ibu si anak tidak melakukan tindakan apapun atas kenakalan anaknya, minta maaf pun nggak. Saya coba nenangin (mau ujan gede kayaknya, karena biasanya yg sumbunya pendek itu saya), saya bilang ya mungkin pola pengasuhan anaknya begitu dari orang tuanya.

Lalu terjadilah pembicaraan seperti ini :
Pak B : Coba anaknya yang dicakar, pasti udah dilabrak deh tuh orang tuanya
P : Hah? Ngaco kamu, masa orang tua ikut campur urusan sepele kayak gitu
B : Kamu ga tau ceritanya? Itu kakaknya R berantem sama K anaknya Pak A. Trus besoknya Bapaknya R ngelabrak Pak A di rumahnya.
P : Hah? Seriusan? Kok kemarin aku liat anak berdua itu sudah main bareng?
B : Nah itu dia, namanya juga bocah, sekarang berantem, 10 menit lagi baikan, tapi kalo orang tuanya kan ga mungkin langsung selesai, pasti bikin hubungan ga enak antar tetangga.

Iya juga ya, saya langsung mikir kok Pak J (bapaknya R) bisa sebegitunya cuma gara-gara anaknya berantem sama anak tetangga. Ternyata pengendalian diri itu susah ya. Kadang kita bertindak menurut emosi kita tapi tidak memikirkan efek jangka panjangnya. Seperti Pak J dan Pak A yang hubungannya memburuk karena Pak J gagal mengendalikan diri menangani emosinya. Benar kata Pak B, kalo anak kecil sebentar berantem sebentar baikan, kalau orang tua kan hatinya semakin sempit karena banyak hal yang dipikirkan makanya biasanya lebih mendendam.

Kalau saya pikir-pikir, ada saat dimana saya menyesal karena tidak bisa mengendalikan emosi. Kebanyakan karena di jalan. Saya pernah menyesal membuka kaca mobil untuk protes pada supir angkot yang berkali-kali berhenti mendadak dan di tengah jalan. Saya menyesal karena melihat mukanya yang lelah, saya seperti menambahkan beban dalam hidupnya. Saya juga pernah menyesal karena ngomel dengan pemotor yang nyalip lewat kiri dan menggores mobil, karena kami jadi terlibat adu mulut norak di tengah jalan.

Ah, harus berguru kemana ya pengendalian diri ini? Apakah perlu menyepi ke gunung, kulari ke hutan lalu ke pantai? Entahlah.

Advertisements

6 thoughts on “Pengendalian Diri

  1. duh kasian banget B mukanya sampe begitu…
    iya sih mba, kita sebagai orang tua emg rasanya gemes banget kalo anak kita kenaapa-napa karna ulah anak org lain. aku setuju, namanya anak2 sbntar berantem sebentar lagi temenan, nah tapi memang harus ada itikad baik dari orgtua si anak, ya at least minta maaf atas perbuatan anaknya.
    huff, aku sering banget nih dpt kejadian kyk begini mba, bukan sama anak ku sih (krna anakku masih kecil), tapi sama anaknya pengasuh anakku, dia berkali-kali pulang nangis, karena kejadian di “nakalin” sama temannya waktu main, malah sampai masuk RS pula tu si anak, yang kepalanya bocor lah ditimpuk batu, sama harus di rawat di RS karena sempat vertigo abis dijatuhin temannya di tangga sekolaahan… Duuhh.

    Like

    1. Waduh..itu menjurus kriminal yak mainnya sampe ditimpuk batu dan dijatuhin ditangga.
      Iya, gemes banget sik krn ortunya permisif banget sama kenakalan anaknya. Tapi ortunya emang gitu juga, ntr ditegur malah galakan dia 😡

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s