Anaknya, Mbak?

Kemarin siang, saya punya kesempatan jalan berdua bareng baby B ke mall. Pak B ada kegiatan, jadi kami di drop di mall lalu dia lanjut jalan. Agenda utama kami sebenarnya potong rambut B karena poninya sudah menutupi mata dan rambut belakangnya sudah sedikit panjang. Selesai potong rambut, ga afdol buat B kalo di mall tapi ga naik ekskalator bolak-balik ke semua lantai. Yasudahlah saya ikuti, tapi akhirnya iseng juga buat foto box. Beberapa kali ajak Pak B buat foto box bertiga jawabannya selalu “ogah, ngapain foto box kalo pake henpon aja bisa foto” Zzzz…

Yup, mumpung berdua, saya ajaklah B buat foto box, ada yang goyang sih hasilnya, tapi untung ada yang selamat juga fotonya. Beginilah penampakan kami berdua di foto box :

image
Gimana, unyu ga kami?

Selesai foto box yang riweuh itu, B langsung menarik saya mendekati kerumunan orang yang lagi nontonin abege melakukan DDR (ga tau DDR? Sila di google *ngeselin*) dengan semangat 45. Sebentar ikut menonton, B bosan dan mengajak saya masuk ke tempat bermain sejenis t*mez*ne yang namanya Fun World. Dia girang melihat kereta-keretaan yang ada, tapi kasiannya tingginya belum sampai batas minimum untuk naik. Jadi B hanya menjadi suporter di pinggir rel. Hehehe. Lalu, ada lagi yang menarik perhatiannya  yaitu Bombom Car. Nah, ditempat inilah terjadi hal yang bikin saya terinspirasi update blog ini.

Jadi, saat B lagi asik nonton orang main bombom car, dia juga heboh lari kesana kemari kayak ayam lepas dari kandang. Saya memperhatikan dari bangku penunggu sambil sekali-kali lari kalau dia terlihat mau jatuh atau menabrak sesuatu. Bersama saya, ada 1 orang nenek dan 1 orang ibu yang juga lagi menunggu. Si nenek memulai percakapan dengan berkata kalau B mirip sekali dengan cucunya, apalagi dengan potongan rambut dora. Si Ibu pun mulai basa-basi menanyakan apakah B ada keturunan bule (heh?hello..), dan dilanjutkan dengan pertanyaan mak jleb “Emang, itu beneran anaknya Mbak?

Saya nengok cuma buat mastiin saya ga salah denger, eh diulang lagi pertanyaannya “itu anaknya mbak?”. Bingung mau jawab apa, saya cuma bisa nyengir kuda dan sedikit bercanda saya jawab “iya Bu, anak saya. Saya keliatan mirip pengasuhnya ya?hahahah *ketawagaring*”. Si nenek pintar baca situasi langsung menyelamatkan muka saya, dia bilang “iyalah anaknya, mirip kok”. Dan si Ibu sepertinya sadar sama kesalahan pertanyaannya. Dia langsung gelagapan bilang saya bukan kayak pengasuh, tapi dikira tante atau sepupu B karena keliatan masih muda. Hiks, Ibu, saya tahu anda bermaksud nice, tapi kok saya curiga anda ga tulus bilang saya keliatan masih muda *menatapnanardicerminkamar*.

Waktu saya cerita sama Pak B di perjalanan pulang, dia ketawa puas dan menghibur dengan cara yang menyebalkan “untung bukan ditanya, Bu itu cucunya?”. MAKSUD LO? Langsung siram muka pake anti aging segalon.

Demikian momen makjleb saya kemarin yang dipersembahkan oleh ibu-ibu polos di fun world. Oh iya, hmm..SAYA MIRIP KAN YA SAMA B? IYA KANN? *capslockjebol*

Advertisements

11 thoughts on “Anaknya, Mbak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s