Orange Resto

Yap mengisi kekosongan blog ini, saya mau cerita tentang pengalaman saya kemarin Sabtu ke sebuah tempat makan bernama Orange Resto. Kenapa tiba-tiba saya tertarik membahas tempat makan ini? Karena dari tempat makan ini, saya belajar tentang ungkapan “don’t judge the book by it’s cover”. Hahahhaha. Ini bukan berkaitan dengan makanan yang disajikan ya, tetapi berkaitan dengan tempatnya.

Saya sering melewati tempat makan ini tapi tidak pernah tertarik untuk mengunjungi. Kenapa? Karena dari pinggir jalan, resto ini terlihat sempit dan saya paling males makan di tempat makan sempit dengan antrian panjang. Makan jadi ga nikmat karena ditunggu antrian yang lain macam di food court mall :D. Nah, kebetulan kemarin Pak B ada janji ketemuan (yang memakan waktu 3 jam) di resto ini. Awalnya, saya malas ikut dan mempertimbangkan option untuk di tinggal di mall saja karena kebayang crankynya Bri kalau ditempat yang sama berjam-jam. Tapi ya entah kenapa, kemarin akhirnya memutuskan ikut Pak B ketemuan (kebetulan saya kenal baik dengan teman-teman yang janjian ketemu dengan Pak B).

Begitu sampai di parkiran, saya sedikit lega karena tampaknya tidak penuh (biasanya weekend lumayan ramai). Tapi begitu turun, saya ternganga melihat tempatnya.

p_20161015_162043_bf.jpg
Ini penampakan depan Resto

Nah, gambar di atas itu penampakan depan resto dari tempat parkir, kalau dari pinggir jalan, saya cuma melihat bangunan depan itu tok. Bangunan 2 lantai yang terdiri dari susunan container. Begitu di tempat parkir, kelihatan deh ada kelanjutan area dari bangunan tersebut.

p_20161015_161854_bf.jpg
Ini di area entrancenya, di bawah container bertingkat tadi. Ada vespa, sepeda onthel & mobil jadul.

Sebenarnya bingung sih, konsep resto ini apa, hehehehe.. Ada kendaraan jadul, tapi yang lainnya terlihat modern. Etapi, tempat duduknya ada yang jadul, ada yang modern deh. Itu, disamping entrance ada jejeran kursi makan yang diatur seperti stasiun

p_20161015_161707_bf.jpg
Ini lho pengaturan meja yang menyerupai stasiun. Kelihatankah plang stasiunnya? di ujung sana terdapat toilet & mushola. Untuk yg ladies, toilet & musholanya bersih. Kalau yang gents, saya tentu tidak tahu 😀

Kami mencari tempat duduk yang terpisah dari bangunan utama demi tidak mengganggu pengunjung lainnya. Jadi untuk tempat duduknya, ada meja ala stasiun, ada container atas (vip room) dengan AC, ada bangunan beratap tapi terbuka semua sisi (sebut saja selasar) dengan meja dan kursi kayu yang diatur sedemikian rupa sehingga jarak satu meja dengan lainnya cukup memberikan ruang gerak (sayangnya saya tidak sempat foto, eh, malu deh mau foto). Selain itu, ada pula 2 bangunan terpisah dari bangunan, bentuknya seperti saung. Kami beruntung mendapatkan salah satu saung.

p_20161015_155912_bf.jpg
Ini saung tempat kami makan. Menampung 6 orang dewasa dan 1 anak (Bri) dengan sisa ruang yang cukup luas. Tapi kekurangannya ditengah itu kaya ada palang di bawah atap, jadi teman saya yang ceroboh berdiri tiba-tiba terbentur palang tersebut 😀

Di saung itu duduknya dialasi karpet rumput (rumput sintetis). Kemarin kondisinya hujan cukup deras, tapi kami tetap aman terlindungi di bawah saung, karena di sisi-sisi terbukanya, disediakan kerai bambu. Bagian depan saung tidak kami tutup karena atap cukup menjorok keluar sehingga menghindarkan tampias air hujan ke dalam saung. Kerai bambu ini juga ada di sisi-sisi selasar yang dengan sigap diturunkan kalau hujan dan digulung jika sudah cerah oleh staf resto.

Keunggulan resto ini, selain tempat duduk yang cukup banyak dan luas, juga menyediakan area terbuka yang luas untuk anak-anak bermain.

p_20161015_125453_bf.jpg
Ini pemandangan dari dalam saung, ada playground, di sisi kanan yang tidak ikut terfoto juga ada papan seluncur a.k.a perosotan, jungkat-jungkit, dan mangkok putar.

Wah, si Bri senang sekali dengan area terbuka ini, waktu hujan dia cuma bisa memandangi dengan mupeng, tapi begitu reda, langsung deh kayak ayam dilepas dari kandang. Nilai plus lainnya, ada staf resto yang setelah hujan reda mengelap semua mainan sehingga anak-anak main dengan kering dan tidak licin. Meskipun sepatu jadi sedikit kotor karena kan tanah setelah hujan pasti becek, tapi menurut saya itu serunya bermain di outdoor begini. Hehehe. Banyak juga anak-anak yang main ditempat ini, jadi sembari orang tuanya makan, anaknya main dengan happy.

Gambar diatas di ambil dari titik yang berdekatan, yaitu di depan play ground kecil. Yang satu mengarah ke luar resto (keliatan kan container tampat entrance tadi? juga ada seujung atap selasar yang terfoto, apakah terbayang luasnya area terbukanya?), dan yang satu mengarah ke saung tempat kami makan tadi.

Untuk makanan, karena menurut  saya cuma ada 3 kategori soal makanan yaitu : Tidak sesuai selera, Enak, dan Heavenly Taste, jadi saya masukkan makanan di tempat ini di kategori ENAK. Hahahha, tapi namanya juga selera ya, orang bisa beda-beda. Kemarin sih saya cuma pesan Nasi Goreng Special Orange Resto, Pisang Goreng Kampung, dan Creamy Banana Milk dan semuanya enak meskipun pisang goreng kampungnya beda dengan ekspetasi saya karena ga ada kampung-kampunya. Maksudnya gimana nih ga ada kampung-kampungnya? Pisang gorengnya disiram saus cokelat. Di kampung mana ada kan model yang begini. Hehehehe

p_20161015_130538_bf.jpg
Creamy Banana Milk, Pancake Cokelat, Pisang Goreng Cokelat

*Itu pancake pesanan teman saya, katanya sih biasa saja, karena sepertinya pancakenya dibuat dari tepung instan, tapi saya ga tau ya. Saya ga ngicip*

Harga gimana? Menurut saya affordable, saya pesan Nasi Goreng Special, Creamy Banana Milk, dan Pisang Goreng Kampung total IDR 59000, ditotal dengan pesanan teman saya (nasi goreng special, nasi goreng pattaya, pancake coklat, teh manis, es coffee mocca, dan milkshake coffee mocca) kalau tidak salah hanya IDR 175000. Makanan yang dipesan tidak sesuai dengan jumlah orang? Karena banyak teman saya sudah makan siang sebelumnya. Hehehe.

Demikian sedikit dari saya tentang Orange Resto. Boleh loh kalau main ke Bogor mampir ke tempat ini :

Orange Resto

Jalan Sancang No. 25, RT.02/RW.02, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16128

(Patokannya McDonald Lodaya kalau dari Jalan Raya Pajajaran)

Cheers,

Pipit

Advertisements

4 thoughts on “Orange Resto

  1. Eh gile, itu makanan segitu cuma 175 ribu terus tempatnya bagus pula! Kayaknya lebih mahal makan Soto Mie Agih itu mah hahahah. Sayang udah jauh gue dari Bogor ya, jadi belum bisa mampirin.

    Like

    1. Haha..soto mie agih mah semangkok 40rb soale..hahaha..iya mbak, nilai plusnya itu emang tempatnya luas bener…hahhaa..tempat duduk di selasarnya juga homey kok mbak..hehehe..wah, ntar kalo ada kesempatan main ke bogor boleh mapir mbak (semoga harga belom naik..hahha)

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s