Pendapat Orang

Hmm, beberapa hari ini pikiran saya terganggu dengan pertanyaan “gw ini termasuk orang yang mementingkan pendapat orang sama gw ga sih”. Ga tau sih awalnya kenapa mikir begitu. Tapi saya perhatikan, ada beberapa orang disekitar saya ini terkesan “free”. Mereka bisa melakukan apa pun yang menurut mereka menyenangkan tanpa memusingkan apa pendapat orang tentang apa yang dia lakukan atau putuskan. Terkadang saya iri dengan orang yang free spirit kayak mereka, tapi ada masanya juga saya geleng-geleng liatnya 😀

Balik ke pertanyaan di atas, ternyata saya ini labil. Kadang saya mementingkan pendapat orang, kadang sangat cuek dengan pendapat orang. Kapan saya mementingkan pendapat orang atau kapan saya cuek itu juga sangat tergantung. Kadang saya cuek terhadap pendapat yang orang lain pikir “penting sekali” buat saya, tapi sering juga saya memperhatikan pendapat yang sebenarnya receh nan remeh temeh.

Misalnya nih ya, saya sering cuek dengan pendapat orang mengenai penampilan saya yang katanya memberi kesan “preman” atau “gembel”, menurut teman-teman saya penting banget loh perhatiin penampilan ini. Tapi belum lama ini ada juga kejadian receh yang bikin saya kepikiran mengenai pendapat orang. Kejadian receh ini terjadi di suatu sore yang tenang, saya, Pak B, dan Bri ada di suatu kedai kopi langganan saya. Disana saya sempat mengeluarkan handphone untuk mengecek whatsapp, dan tanpa sadar handphone saya letakkan di kursi dan lupa sampai saya pulang.

Kami pun meninggalkan kedai kopi setelah menghabiskan pesanan kami, dan sudah setengah perjalanan saya mencari handphone yang tentunya tidak ada di tas saya. Saya coba telepon pakai handphone Pak B juga tidak terdengar deringnya, padahal saya ingat kalau handphone saya itu tidak di silent, malah dering maksimal. Pak B yang mulai bete langsung cari putaran untuk balik ke kedai kopi tadi karena sepertinya saya meninggalkan handphone saya disana.

Tahu ga apa yang saya pikirin di sepanjang jalan balik? Saya bukannya takut handphone saya hilang, tapi saya mikirin apa pendapat orang yang menemukan handphone saya. Hahahaha. Handphone saya itu deringnya lagu artis korea dan screen saver maupun screen locknya juga artis korea. (tutupmukapakepostergongyoo). Saya bayangin tiba-tiba orang yang duduk di tempat kami kaget karena ada lagu asing trus screen locknya artis korea. Pasti mereka pikir itu punya anak abege.

Akhirnya kami tiba di kedai kopi tadi, trus handphonenya disimpan di kasir. Saya pasang tampang cool meskipun saya sebenarnya pengen ngibrit sambil tutup muka. Malu banget.. Runtuh citra saya sebagai Ibu-ibu kekinian yang dewasa nan bijaksana..apalagi hari itu saya bawa Bri, makin kelihatan kan saya seperti emak-emak yang menolak move on dari masa abege. Hahaha.

Receh banget ga sih kejadiannya? Dan setelah dipikir-pikir mungkin mereka juga ga ngeh dengan lagu maupun screen saver saya, saya aja yang lebay..hahaha.. Begitulah kira-kira postingan tanpa intisari yang bisa diambil ini.

Peace ah

Banjir Lokal

Hahahahahahaha..saya izin ketawa dulu sebelum nulis post yang singkat ini. Jadi, hari ini saya merasa betapa sense of humour Tuhan amatlah menakjubkan (disc. dalam arti positif ya). Berawal dari semalaman saya gelisah memikirkan pekerjaan yang bikin saya ga enak hati siang harinya tetapi juga sekaligus merasa jenuh dengan rutinitas pekerjaan esok hari. 

Pagi ini sih saya bangun dan berangkat kerja dengan perasaan yang biasa saja cenderung plain. Sampai kantor kepagian, nyalain komputer, printer, dan rekan2nya. Lalu menuju pantry untuk sarapan pagi. Normal saja.

Sarapan pagi berjalan mulus dengan selembar roti dan secangkir oat (pencitraan). Selesai makan, seperti biasa saya hendak mencuci cangkir yang saya pakai untuk sarapan. Dan disinilah dimulai kejadian luar biasa.

Kran air yang saya putar dengan kekuatan standar emak2 tiba2 lepas dan air menyemprot dengan sangat kencang. SANGAT KENCANG. Tau kan aliran air yang dipakai untuk industri pasti tekanan tinggi dan ini kejadian di pantry bukan di kamar mandi!

Panik? Banget! Saya coba tutup pakai tangan saya sambil teriak2 mencoba mencari pertolongan. Dan entah kenapa sampai 5 menit berlalu tidak ada yang nongol. Saya teriak makin kencang, sampai akhirnya ada 1 orang yang menghampiri dan langsung memanggil OB & Maintenance. Aliran air langsung dimatikan dari pusat dan berakhirlah drama pagi itu? Ehm..not.

Saya basah sebasah2nya dari ujung rambut, jaket, baju, celana, pakaian dalam (eh), sampe sepatu. Saya ga bawa ganti, trus drama berikutnya saya dicemberutin OB. Hahahaha. Dingin banget kakak..

Akhirnya saya dipinjami jas lab, rok cadangan teman, jaket teman (tapi pakaian dalam nggak lho y) sementara pakaian saya dikeringkan di mesin cuci kantor. Mata saya merah karena kena semprotan air, dan rambut saya keringkan di bawah hand dryer di kamar mandi. Sepatu saya copot dan bersandal jepit.

OB masih ngambek, tapi saya baik2in aja..hahaha..karena memang unpredictable case kan? Setelah selesai ganti baju, saya pun duduk di meja dan mulai relaks. Saya ketawa karena lucu juga kalau diingat.

See? Disaat saya berpikir sangat jenuh di kantor, Tuhan kasih satu kejadian yang bikin saya “ga jenuh” alias kalang kabut. Hehehe..