Banjir Lokal

Hahahahahahaha..saya izin ketawa dulu sebelum nulis post yang singkat ini. Jadi, hari ini saya merasa betapa sense of humour Tuhan amatlah menakjubkan (disc. dalam arti positif ya). Berawal dari semalaman saya gelisah memikirkan pekerjaan yang bikin saya ga enak hati siang harinya tetapi juga sekaligus merasa jenuh dengan rutinitas pekerjaan esok hari. 

Pagi ini sih saya bangun dan berangkat kerja dengan perasaan yang biasa saja cenderung plain. Sampai kantor kepagian, nyalain komputer, printer, dan rekan2nya. Lalu menuju pantry untuk sarapan pagi. Normal saja.

Sarapan pagi berjalan mulus dengan selembar roti dan secangkir oat (pencitraan). Selesai makan, seperti biasa saya hendak mencuci cangkir yang saya pakai untuk sarapan. Dan disinilah dimulai kejadian luar biasa.

Kran air yang saya putar dengan kekuatan standar emak2 tiba2 lepas dan air menyemprot dengan sangat kencang. SANGAT KENCANG. Tau kan aliran air yang dipakai untuk industri pasti tekanan tinggi dan ini kejadian di pantry bukan di kamar mandi!

Panik? Banget! Saya coba tutup pakai tangan saya sambil teriak2 mencoba mencari pertolongan. Dan entah kenapa sampai 5 menit berlalu tidak ada yang nongol. Saya teriak makin kencang, sampai akhirnya ada 1 orang yang menghampiri dan langsung memanggil OB & Maintenance. Aliran air langsung dimatikan dari pusat dan berakhirlah drama pagi itu? Ehm..not.

Saya basah sebasah2nya dari ujung rambut, jaket, baju, celana, pakaian dalam (eh), sampe sepatu. Saya ga bawa ganti, trus drama berikutnya saya dicemberutin OB. Hahahaha. Dingin banget kakak..

Akhirnya saya dipinjami jas lab, rok cadangan teman, jaket teman (tapi pakaian dalam nggak lho y) sementara pakaian saya dikeringkan di mesin cuci kantor. Mata saya merah karena kena semprotan air, dan rambut saya keringkan di bawah hand dryer di kamar mandi. Sepatu saya copot dan bersandal jepit.

OB masih ngambek, tapi saya baik2in aja..hahaha..karena memang unpredictable case kan? Setelah selesai ganti baju, saya pun duduk di meja dan mulai relaks. Saya ketawa karena lucu juga kalau diingat.

See? Disaat saya berpikir sangat jenuh di kantor, Tuhan kasih satu kejadian yang bikin saya “ga jenuh” alias kalang kabut. Hehehe..

Advertisements

15 thoughts on “Banjir Lokal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s