Ngopi di Bogor

Nulis post ini sebenarnya ga enak hati, hahaha…karena apa? karena saya sebenarnya ga ngerti-ngerti amat tentang kopi. Bisa dibilang saya ini awam tentang kopi, tapi saya menyukai kegiatan ngopi dan juga tentunya menyukai rasa kopi. Kesukaan ini baru berlangsung satu setengah tahun belakangan, diawali dengan ajakan Pak B ke sebuah tempat ngopi yang ternyata ampuh jadi mood booster saya yang sedang penat.

Dulu, adakalanya sesekali saya suka nongkrong kekinian di tempat waralaba ngopi yang terkenal itu tapi kebanyakan hanya pesan yang kombinasi espresso dengan flavoured syrup atau dengan susu disambi dengan brownies atau pastry lainnya. Tetapi, makin kesini, saya makin jarang ke tempat itu karena kok ngerasa semua minumannya kemanisan meski tanpa ekstra gula dan brewed coffenya agak terasa hambar buat saya. Selain itu, emang mahal sih (hahaha..alasannya muter-muter, tapi motif utamanya ya harga..).

Akhirnya saya lebih suka ke tempat-tempat ngopi yang bertaburan di Kota Bogor ini. Dari banyaknya tempat ngopi, kami baru mengunjungi beberapa tempat, tapi yang agak sering kami kunjungi itu ada 3 tempat. Hehe. Sebelum preambulenya kepanjangan dan ngalor ngidul, ini tulisan tentang kesan saya ngopi di tempat-tempat ini (bukan review loh, review mah harus sama yang ahli..hehe).

1. Baked & Brewed Coffee & Kitchen

Open everyday: Mon-Thu 08.00 – 22.00 Fri-Sun 08.00 -23.00. IG : Baked&Brewed.

Alamat : Jalan Salak No.6 (Colonial Building), Bogor (Dekat Lapangan Sempur)

Nah, ini tempat ngopi pertama yang saya kunjungi karena diajak Pak B. Frekuensi kami ke tempat ini paling ga 1 minggu 1 x. Kesan pertama waktu saya datang, tempatnya enak, lega, dan tenang. Dekorasinya minimalis, dominan warna hitam-putih. Tapi sekarang mereka sudah pindah dari tempat awal yang sering saya kunjungi. Tempat barunya ini juga enak dan yah..instagramable deh kalo kata anak sekarang. Menyenangkan pokoknya lah. Haha.

Minuman kesukaan saya disini Cafe Mocha (Campuran Kopi & Coklat (Merk Korte kalo tidak salah coklatnya, seperti yang tertera di Menu)), tanpa gula, tapi sedikit fresh milk (sepertinya) untuk latte artnya.

IMG_20161105_141420
Ini penampakannya tanpa edit, tanpa filter, pake kamera hengpong jadul (ter-LamTur banget gw)

Tapi kadang saya suka ganti-ganti sih pesenan, kadang Coffee Latte atau Manual Brewed mereka. Saya mah standar sukanya, V60 (kadang Japanese Style) dengan biji kopi Kenya. Iya, disini saya ga pernah ngicip biji kopi yang lain. Kalau minuman paling 3 itu yang suka saya pesan disini. Sesekali ngicip kopi Pak B. Dia suka pesan long black atau milkpresso. Saya ga kuat kalau pesan yang long black, pahitnya ngalahin kepahitan hidup. Untuk harga seinget saya untuk kopinya 25k-45k.

IMG_20170101_105703
Ini Coffee Latte, unyu ya Latte Artnya
IMG_20170628_141353_769
Saya suka sama detail ukiran di nampan, menurut saya itu keren :D. Foto ini saya ambil dari tempat duduk bar, karena sofanya tidak ada yang kosong.

Selain kopinya, disini snack-nya enak-enak. Favorit saya Cheese Fries dan Cinnamon Toast. Cheese Fries itu kentang goreng di taburi potongan smoked beef dan siraman keju mozarela. Kalau Cinnamon Toast ya roti panggang dengan bubuk cinnamon dan gula halus dan disajikan dengan 1 scoop es krim vanilla. Too bad, saya ga punya foto-fotonya buat bikin ngiler. Karena sebenarnya saya emang agak sungkan ngambil foto waktu makan (tapi kopi-nya tetep di foto ye..haha).

Menu makanannya banyak yang baru sih di tempat mereka sekarang, tapi kami jarang pesan menu makanan. Pernah sekali pesan rice bowl, sekali pesan spaghetti carbonara, sekali pesan mac & cheese, sekali pesan nasi goreng tom yum. Saya suka-suka aja sih, tapi yang nasgor tom yum saya kurang cocok karena emang dasarnya saya ga suka tom yum tapi penasaran. Hahaha. Untuk harga snack & makanannya, eng ing eng..maap saya lupa..hehehe, tapi ya keknya dibawah 80k semua kok.

Disini baristanya dan pegawainya baik2, di tempat yang lama dulu kalau kita datang dan pulang akan disambut “Welcome” dan “Thank you”. Kalau di tempat yang baru, seinget saya sih nggak, tapi disambut pake senyuman karena begitu pintu masuk langsung tempat order.

Recommended deh tempat ini mah, cuma emang agak tricky cari spot parkir disini, soale ga terlalu besar tapi ramai pengunjung.

2. Rumah Seduh

Open daily Senin – Jumat 09.00 – 21.30 Sabtu – Minggu 09.00 – 22.30. IG : Rumah_Seduh_

Alamat : Jalan Bogor Baru Blok AX No 5b (di pinggir jalan, kalau dari Jl Pajajaran Bogor, belok di McD Lodaya, ikut jalur angkot 05, sebelah kanan jalan)

IMG-20170712-WA0002_1
Ciri khas Rumah Seduh adalah tembok yang ditempeli kayu warna-warni. Maafkan model yang tidak fotogenik dan sedang menikmati tetes terakhir kopinya.
IMG_20170630_192207_324
Nah..ini modelnya lebih cerah dan warna temboknya lebih keluar. Ternyata background tergantung model. Kalau modelnya burem, maka buremlah backgroundnya (maksa bener)

Rumah Seduh ini adalah tempat yang terbaru kita kunjungi. Awalnya karena kita ga dapet parkir di tempat ngopi pertama, trus, ga dapet tempat duduk non smoking di tempat ngopi kedua, makanya kita cari tempat ngopi ketiga dan dapatlah Rumah Seduh ini. (niat banget kan mau ngopi? hahaha..)

Disini saya selalu pesan Manual Brewed Japanese Style dengan biji kopi yang berbeda-beda. Disini semua biji kopinya lokal. Yang sudah saya coba sih Lintong, Flores Manggarai, Toraja, dan Ijen. Favorit saya Lintong karena body-nya lebih pas di lidah saya. Yang paling tidak favorit buat saya Toraja karena asaaammm.. tapi Pak B senang-senang saja. Saya juga selalu mencicip punya Pak B. Biasanya sih dia pesan V60 atau Vietnam Drip (pakai Condensed Milk alias Susu Kental Manis, kalau tidak salah sekitar 15 ml (atau 20 ml ya?)). Harga kopinya sekitaran 20k-40k sepertinya. Selain kopi, ada juga minuman lain seperti teh, tapi saya tidak pernah nyoba jadi tidak dibahas ya.

Makanan disini juga banyak, tapi yang selalu saya pesan sih Chicken Wings dan Rice Bowl Beef. Belum pernah coba yang lain. Terakhir kesini ada display untuk pastry tapi belum ada pastry-nya. Katanya sih coming soon.

IMG-20170712-WA0001
Tolong abaikan muka saya dan piring berisi tulang chicken wings ya, please. Yang mau saya tunjukkin ya coffee shop ini (saya duduk di bagian pojok, lurus dari pintu masuk dan ini non smoking area). Kalau yang smoking area ada di sebelah kanan (dari pintu masuk) dan di lt.2. Lihat display untuk pastry yang masih kosong  dengan latar belakang Mbak Usi, barista yang katanya baru 1 minggu gabung

Disini baristanya juga baik-baik, ramah-ramah. Kalau mereka lagi ga kerja, kadang-kadang bisa diajak diskusi soal kopi. Ada 3 orang yang saya tahu, Mas Widi, Mas Rey, dan Mbak Usi. Saya direkomendasiin sama Mas Rey 1 tempat ngopi namanya Rumah Kopi Ranin (sepertinya pemiliknya sama atau ada hubungan gitu..). Katanya termasuk pioneer di kota Bogor, tapi kami belum sempat kesana sih.

Lagi-lagi kendala disini adalah tempat parkir. Haha.. tricky dah emang masalah perparkiran ini.

Saya sih rekomendasiin tempat ini.

3. Maraca Coffee

TIAP JUMAT BUKA JAM 15.00 Selain jum’at buka jam 09.00. IG : maracacoffee

Alamat : Jl. Jalak Harupat No.9A, Babakan, Bogor Tengah, Kota Bogor (dari arah Regina Pacis, mengarah ke lapangan Sempur, lurus aja, disebelah kiri jalan, di dalam penginapan (lupa namanya))

Sayang banget, untuk tempat ini saya sama sekali ga ada foto pribadi. Bisa cus langsung dilihat di instagramnya. Padahal tempat ini keren loh. Ada perpustakaan kecil didalamnya. Jadi memang konsepnya ngopi sambil baca.

Oh ya, parkirannya luas, hehe..karena gabung sama parkiran penginapan. Saya disini belum banyak nyoba kopi sih. Cuma Manual Brewed dengan biji kopi Gayo (Aceh). Oh ya, pernah sekali pesan latte. Kopinya (manual brewed ataupun latte) enak, lebih light dibanding 2 tempat yang sebelumnya, tapi tetap mantap rasanya. Harganya paling terjangkau (kisaran 20k-35k, kalau tidak salah ingat).

Makanannya saya pernah pesan chicken wings, ukurannya agak kecil tapi sambelnya paling enak. Saya ga tahu ini sambel buat sendiri apa sambel botolan, tapi enak deh. Hehe.. Selain itu makanannya banyak, tapi belum pernah nyoba.

Plus poin disini karena konsepnya ngopi sambil baca, jadi ga awkward kalo lama-lama disini sambil baca (saya pernah nungguin Pak B sampai 2.5 jam disini). Cuma sayang sekali tempat duduk di non smoking areanya tidak banyak, jadi saya biasanya ga dapet tempat duduk sehingga terpaksa cari tempat lain. Kalau smoking areanya sih luas kok, cuma karena biasa bawa si bocil, ga mungkin di smoking area.

Barista dan pegawainya? tentu ramah dong ya..kalau ga ramah, saya biasanya ga mau berkunjung lagi. Hahaha. (anaknya baperan).

Apakah saya merekomendasikan tempat ini? Of course lah ya..hehehe

Demikian kesan-kesan saya di beberapa tempat kopi. Kalau ke Bogor, boleh banget mampir kalau suka ngopi. 🙂

 

Advertisements

3 thoughts on “Ngopi di Bogor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s