Istimewa

Di tempat saya bergereja, saya ambil pelayanan menjadi salah seorang guru sekolah minggu. Ada salah satu murid sekolah minggu saya, panggil saja Little K. Dia sangat istimewa, setiap minggu pagi saat dia datang untuk sekolah minggu, dia akan menghampiri semua guru untuk salaman dan mengucapkan “selamat pagi”. Ah, apa istimewanya, mungkin pikir kita, semua anak bisa melakukan hal itu kok.

Selain itu dia juga istimewa karena sering sekali memanggil guru sekolah minggu dengan sebutan “mama”. Ah, apa lagi ini, semua anak juga bisa memanggil ibu mereka mama.

Dia sudah berusia 11 tahun, tapi dia disukai oleh adik-adik di kelas balita. Dia sering bersekolah minggu bersama adik-adik balita. Tapi dia juga disayangi oleh kakak-kakak dan bapak-ibu di gereja. Buktinya, dia sering kok menyelinap ke ibadah dewasa dan duduk di sebelah siapapun yang duduk di depan. Bapak-bapak dan Ibu-ibu akan memberi tempat.

Little K juga kadang nakal seperti anak-anak lainnya. Dia pernah diam-diam membongkar tas Ibu Guru untuk memainkan bedaknya, dia juga pernah diam-diam mengambil gunting untuk membuat kreativitas dari map Ibu Guru untuk dipakai menggunting rambutnya. Little K juga kadang-kadang tantrum seperti anak-anak lainnya, tapi sering juga dia sangat manis. Hehehehe. Kami semua sayang Little K.

Little K istimewa. Dia lahir dengan kondisi istimewa yang disebut down syndrome. Saya menyaksikan bagaimana dia tumbuh dari seorang bayi sampai menjadi anak berusia 11 tahun. Dia ditinggal pergi oleh Ibunya dan sekarang hanya dirawat oleh Ayah, Tante, dan Opungnya. Saya tidak tahu terlalu banyak tentang pendidikan anak istimewa seperti Little K, tetapi yang pasti kami semua sayang dengan Little K. Di saat rapat guru, di saat persiapan mengajar, di saat ngobrol pun pasti kami akan sekali dua kali membahas Little K.

Hati saya terenyuh setiap kali dia memanggil kami “mama” dan memeluk kami dengan erat. Ini membuktikan hatinya juga istimewa. Oleh karena itu, ketika saya mendapati timeline medsos saya ramai tentang seorang wanita (yang ternyata seorang Ibu) menuliskan status yang sangat menyakitkan tentang anak-anak istimewa ini, saya kaget, marah, tertegun. Untuk orang yang tidak setiap hari merawat anak istimewa saja, hati saya sakit. Saya tidak bisa membayangkan perasaan orang tua mereka saat membaca status Ibu ini.

Tidak heran, hal ini menjadi viral. Si Ibu ini minta maaf lewat video live facebook, yang saat saya lihat entah kenapa terasa tidak tulus. Saya tidak mau ikut menyumpahi Ibu ini (karena dia disumpah-serapahi oleh banyak sekali orang). Saya hanya mau mengingatkan diri saya tentang berempati pada orang lain, saya mau mengingatkan diri saya untuk mengajarkan empati pada anak saya. Menerima kalau di dunia ini banyak orang yang tidak sama dengan kebanyakan orang, tetapi tetap harus dihormati selayaknya orang kebanyakan. Karena sesungguhnya mereka istimewa. Seistimewa Little K.

6 thoughts on “Istimewa

  1. Aduuuuh.. Nggak usah jauh2 deh ke sekolah inklusi atau ke klinik tumbuh kembang kebanyakan. Coba sekali2 Ibu itu main ke rs umum yg ada fasilitias tumbuh kembang dan melihat banyak anak2 yg spesial. Dan lihat bagaimana perjuangan Ibu2 ataupun pendamping mendampingi anaknya… Gemess aku

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s