Saya tahu saya stress kalau…

Ga ada ide mau nulis apa, tetapi tiba-tiba kepikiran tentang ini. Sebagai orang yang mudah stres, saya merasa wajib mengenali gejalanya pada diri saya sejak dini supaya tidak berkelanjutan. Karena kalau berkelanjutan, efeknya panjang rek..semacam cerita sinetron yang episodenya bisa beratus-ratus.

Mungkin gejalanya pada tiap orang berbeda ya, tapi kira-kira inilah yang terjadi pada saya kalau mulai stres

1. BENGONG

Kalau mulai kumat stresnya, saya itu jadi suka melamun. Sadar tak sadar. Boro-boro fokus diajak bicara, bahkan saya tak sadar sedang diajak bicara. Kadang-kadang otak saya semacam memiliki mekanisme pertahanan untuk tidak memasukkan secuil informasi tambahan apapun kedalamnya, persis komputer hang. Kalau lagi eling, baru saya sadar, tarik nafas dalam-dalam, buat notes gede-gede dengan tulisan “Jangan Bengong!”

Saat eling itu pulalah saya berusaha memberitahu diri saya kalau saya mulai stres. Saya akan keluar dari ruangan, berkeliling mencari suasana baru biar dapat pencerahan. Nah, kalau lagi eling banget saya akan ber “saat teduh” ulang hari itu.

Saya emang mirip seal-nya, tapi dia kayaknya lebih zen dari saya 😁

2. MARAH TAPI TAK MARAH

Eh, gimana maksudnya coba. Saya ini ekstrovert, jadi apapun kondisi yang saya alami di hati akan terpancar keluar atau akan disampaikan pada orang yang bersangkutan..itu normalnya. Masalahnya, kalau mulai stres, jika saya jengkel atau marah setengah mati, saya akan kehilangan kemampuan marah itu. Jadi saya paling acak-acak rambut atau acak-acak kertas di meja kemudian saya linglung sendiri kenapa sih gw rasanya pengen marah besar tapi ga tau gimana caranya.

Haha, kok jadi bagus ya kesannya saya stres jadi ga marah-marah. Tapi buat saya itu ga sehat, karena yah seperti nahan BAB selama berhari-hari. Marahnya ga ilang cuma mampet entah dibagian otak yang mana.

3. MAKAN SEDIKIT

Once, i proclaim myself as an emotional eater. But i found that i was wrong. Ini baru-baru saja saya temukan gejalanya. I’m not an emotional eater, karena dalam kondisi normal pun saya makannya banyak 🤣. Kalau saya mulai stres, ternyata justru saya akan tiba-tiba kehilangan nafsu makan pada apapun yang disajikan. Saya minggu ini bisa makan cuma 2 hari sekali tanpa sadar dan tidak ngemil.

Badan jadi kurus dong? In your dream, Pit. Yang ada saya kumat maagnya (yaeyalah) kemarin. Itupun kalau tidak sampai melilit-lilit, saya tidak sadar kalau perut saya protes ga dikasih makan. 😑. Nah, saya jadi wanti-wanti ke suami kalau dia mulai melihat saya tidak selera makan apapun, tolong diingatkan dan dihibur (dengan belanja misalnya.. 😁)

Yeah..itu sih gejala kalau saya mulai stres. Semoga menulis ini jadi mengingatkan saya untuk bisa mengatasi keadaan sesegera mungkin kalau menemukan gejala itu. Kalau ga sanggup sendiri, saya bisa mengingatkan diri saya untuk minta tolong pada suami untuk sama-sama cari solusi supaya tidak beneran stres 😁

Yak..demikian ocehan ra mutu dari saya yang (belum) stres