It’s 2019 Already!

“Wagelasih..” itu adalah ungkapan keterkejutan saya saat tanggal 31 Desember 2018 kemarin. Wagelasih tahun 2018 itu kayak terbang begitu saja, eh tahu-tahu sudah mau tahun baruan. Kata orang, kalau kita bersenang-senang maka waktu tidak akan terasa berjalannya. Tetapi rasanya bukan itu kasusnya di saya. Hahaha. Ya saya bersyukur masih diberikan waktu untuk melewatkan masa 2018 dan ganti kalendar 2019 bersama orang-orang yang berarti buat saya, tetapi rasanya tidak tepat tahun 2018 disebut tahun bersenang-senang. Mungkin lebih tepatnya tergerus rutinitas yang menjadikan 2018 tahu-tahu sudah sampai di ujung.

Memasuki tahun 2019, perasaan saya tidak karuan. Ada beberapa kekhawatiran yang masih belum ada titik terang bagi saya. Membuat saya sedikit takut menginjakkan kaki di tahun 2019. Sampai pada pillow talk saya bersama Pak Suami semalam. Entah kenapa kami tidak membahas resolusi apapun di 2019, tetapi kami malah membicarakan hal yang “penting-tak penting”.

Kami membicarakan bahwa jika tahun berganti itu artinya usia kami semakin banyak bilangannya. Dan pembicaraan itu mulai meluas pada orang tua kami yang berarti juga semakin menua. Malam tahun baruan kemarin, pulang ibadah saya langsung tertidur saking lelahnya, tetapi Pak Suami sempat video call dengan mertua saya di rumah. Di adat Pak Suami, biasanya malam tahun baruan akan dihabiskan dengan berkumpul bersama keluarga lalu dilanjutkan wejangan-wejangan (mandokhata). Berhubung kami tidak pulkam ke Sumatra dan semua saudara yang dituakan pulkam, jadilah kami seperti tidak mempunyai keluarga (hiks..).

Pak Suami cerita mereka berdoa bersama via video call dan disana dia tersadar sekali kalau orang tua kami itu kok semakin menua kelihatannya. Mulai dari perubahan fisik, dan juga nada bicara. Padahal terakhir kami ketemu, masih kelihatan jauh lebih muda dan itu baru beberapa bulan yang lalu. Menua memang tidak bisa dihindari dan kesadaran akan hal itu kadang-kadang menakutkan.

Menua itu bukan sekedar perubahan fisik yang terjadi, tetapi perubahan dunia di sekitarmu. Sepanjang ingatan kita, orang tua adalah sosok yang superior, kuat dan hebat tetapi sekarang terlihat (tetap) superior, tidak sekuat dulu, dan (tetap) hebat. Perubahan juga terjadi pada lingkaran pertemanan  dan juga lingkungan kerja pun akan terus bergerak dinamis yang sampai rasa-rasanya bikin ngos-ngosan untuk diikuti.

Ini kenapa pillow talknya malah bikin tambah ga karuan perasaan yak. Hahaha.

Tetapi, pillow talk ini ditutup dengan perkataan Pak Suami yang bikin saya bisa tertidur

“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi bahkan semenit kemudian pada diri kita. Tapi kita punya jaminan. Tuhan yang memimpin kita selama tahun-tahun yang lalu adalah Tuhan yang sama yang akan memimpin kita pada masa mendatang, bahkan sampai kesudahannya”

Selamat menyambut 2019.

Harapan saya tahun 2019 pilpres akan berjalan damai. Hahaha. (ini bikin stres juga nih).

2 thoughts on “It’s 2019 Already!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s